26. DELVOZ'S DAY

51 1 0
                                        

Krayna memandang dirinya sendiri di pantulan cermin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Krayna memandang dirinya sendiri di pantulan cermin. Dengan berbalutkan dress hitam dibawah lutut, juga dengan kalung sebagai penghias leher. Bahu yang disampirkan slingbag hitam. Sempurna. Krayna bernampilan cantik sekali hari ini.

"Pakek lip tint dikit, biar gak pucet amat." Krayna mengambil benda yang diinginkannya di atas meja, lalu mengoles sedikit pada bibir sehingga berubah warna menjadi merah alami.

Sekarang ia hanya tinggal menunggu Edvan datang menjemput dirinya.

Ting!

Handphone Krayna berbunyi, dengan cepat cewek itu mengambilnya dari dalam slingbag. Baru saja Edvan mengirimkan pesan padanya di WhatsApp.

Edvan
gue dbwh

Krayna tersenyum sebentar sebelum menyimpan kembali benda pipih itu pada tempat semulanya. Langkah kaki Krayna membawa cewek itu untuk turun menuruni tangga dan menuju depan pintu kayu jati berwarna putih.

Dengan segera Krayna membuka pintu. Pandangan matanya langsung disuguhkan keberadaan Edvan dengan tingkah lakunya. Krayna dibuat terpesona pada seseorang lelaki yang tengah melepaskan helm, tangannya yang sibuk membenarkan rambut berantakan itu. Krayna terpesona pada Edvan yang hanya merapikan kembali jaketnya.

"Rapi banget, mau kemana?" tanya Edvan dengan alis yang dinaikkan ke atas, menggoda kekasihnya adalah hal yang menggemaskan.

"Katanya mau main sama kamu juga sama temen lainnya," ungkap Krayna. "Kamu gak lupa, kan?"

Evan terkekeh gemas melihat ekspresi Krayna yang menurutnya lucu dengan mata yang membulat sempurna juga raut wajah bertanya. "Enggak, kok." Tangan Edvan ia naikkan, dengan gemas Edvan mengacak rambut itu.

Krayna langsung menggeplak tangan besar Edvan. "Ihh, jangan di berantakin lagi, aku capek nyisirnya tau,"

"Iya-iya, maaf, deh." Dibantukan pantulan kaca spion Krayna fokus memperbaiki rambutnya tanpa sadar ada sepasang mata yang juga fokus menatap refleksi daksa yang indah itu.

"Cantik."

"Apanya? Bajunya, kan?" tanya Krayna memastikan.

"Orangnya juga cantik." Ucapan Edvan membuat Krayna merasakan kupu-kupu menggelitik perutnya. Ia salting sekarang, bibirnya berkedut ingin tersenyum namun ia tahan agar tak memperlihatkan itu.

Krayna berdeham, menetralisir perasaan yang terus membisikkan tubuhnya. "Masak sih?"

Edvan mengangguk. "Yeah, you're always pretty."

Krayna tidak bisa menahannya. Wajahnya segera melukiskan senyuman manis, juga mewarnai pipinya hingga merah. "Kamu juga, kamu ganteng banget tiap hari." Edvan terkekeh gemas mendengar itu.

"Sudah siap pergi, Sayang?" tanya Edvan tidak mau memperpanjang waktu untuk mennggombal satu sama lain.

"Iya, ayo kita pergi!" Krayna begitu bersemangat hari ini. Dengan di bantukan pundak Edvan, Krayna naik ke atas motor itu dengan raut wajah yang tak bisa disembunyikannya.

SERAPHICTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang