Edvances Leygander dan Krayna Auderelia adalah dua orang yang tidak pernah merasakan yang namanya kebahagiaan, bertemu untuk menciptakan suatu jalan menuju kebahagiaan.
Tentu itu tak mudah. Mereka harus menerima sebuah kenyataan dan rintangan sehin...
Tolong vote-nya kennat! Tolong untuk dukungannya. Komen di setiap paragraph nya. Ayo kita bakar semuanya. Spam emot 🥔 dulu huhuu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sudah dua hari Krayna tidak masuk sekolah karna demam akibat kejadian itu. Dan hari ini di hari Kamis, Krayna kembali menghirup udara sekolah yang lebih dingin dari biasanya. Angin berterbangan dengan sepoi-sepoi, angin yang keluar saat hujan. Langit menampilkan warna abu-abunya pertanda mendung, namun belum ada sedikit pun air akan turun dari atas seolah enggan menjatuhkan diri di permukaan bumi.
Waktu istirahat sudah selesai semenjak lima menit terakhir. Tapi masih banyak murid-murid berhamburan kesana kesini menikmati hidupnya di tengah menunggu kehadiran hujan yang entah kapan turun. Para guru sedang mengadakan rapatnya, memberitahukan berita bahagia kepada seluruh manusia yang ada dalam sekolah itu. Ada yang duduk di bangku depan kelas menikmati angin yang terus menyapa wajah. Ada juga yang sedang bermain basket sembari menunggu hujan menyambut tubuhnya dengan airnya—menemani di setiap gerakannya memantulkan bola. Ada juga yang pergi ke kantin untuk melanjutkan sarapan yang tadi sempat tertunda karna banyaknya manusia menjamah tempat itu. Juga ada yang tidur di dalam kelas berhubungan dengan suasana dingin yang memberikan akses dingin dan nyaman disana. Banyak hal yang dilakukan murid-murid yang dilihat Kryana dan tak mampu ia beritahu.
Langkah kaki kecil Krayna bergerak menyusuri koridor yang ramai orang. Tangannya sedikit terlipat guna menghangatkan tubuh dari cuaca yang terus menusuk. Angin menerbangkan rambut Krayna ke belakang. Angin juga membuat Krayna sedikit menyipitkan mata agar ia bisa lebih luas melihat tanpa merasakan pedih. Tapi jauh dari itu Krayna malah dengan senang hati membiarkan jiwanya mengapresiasi desiran angin yang terus berhembus menemani disetiap langkahnya.
"Aku suka suasana ini." puji Krayna pada alam yang terus membuat Krayna mengagumi suasananya. Ia kembali menghirup udaranya yang terus membuat Krayna merasa nyaman dan bahagia berjalan beriringan dengannya.
Kini Krayna sudah berada di depan pintu perpustakaan. Tangannya melepas membiarkan tangan kanan untuk membuka pintu itu dan masuk kedalamnya. Sembari ia memilah buku yang akan di baca, Krayna menempelkan handphone di telinga. Menghubungi seseorang yang berada di dalam kelas sana.
"Kamu kesini, ya."
***
Keadaan kelas XII IPA 1 luar biasa berisiknya. Mereka sungguh bahagia mendengar berita guru rapat yang diutarakan oleh ketua kelas. Hal itu digunakan untuk memanjakan jiwa yang ingin terus menghindar dari semua unek-unek yang berperang di kepala.
Terlihat Edvan menyembunyikan kepalanya dalam lipatan tangan. Menutup mata dan mencoba menenangkan sedikit pikirannya. Tapi tetap saja kelas yang bising ini tidak membuatnya untuk bisa merasakan tenang sedikit pun. Hingga kemudian ada yang bergetar di balik saku celananya. Edvan mengutip benda yang terus bersuara itu. Di bacanya nama yang tertera di sana.
My Krayna is calling...
Tanpa banyak kegiatan lagi, Edvan segera menaikkan ikon hijau ke atas, lantas suara deringan itu terhenti menggantikan keheningan yang merayap sekejap. Kemudian tangannya mengudara untuk mendekatkan benda pipih itu di telinga, bagaikan magnet yang menemukan besinya. Perlahan ada satu suara berbisik menyeru satu nama. Edvan jadi melukiskan senyum akibat itu. Apapun tentang Krayna, Edvan suka.