30. INSECURE

41 1 0
                                        

Tolong vote-nya kennat! Tolong untuk dukungannya.

"UDAH BEL NIH

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"UDAH BEL NIH... CUS KANTIN!"

"Tungguin gue! Jangan sampek udah punya teman baru, bestienya dilupain!"

"Kita tunggu kamu, kok, ayok gabung!"

"Ya iyalah harus, kan gue bestienya! Bukan orang yang baru dekat!"

"Aelah lu, drama amat. Jadi ke kantin gak sih?!"

Ya, seperti suara yang terdengar barusan. Istirahat sudah menunjukkan waktunya dengan cara memberitahu manusia menggunakan bel yang ditungu-tunggu. Seluruh siswa kelas berbondong-bondong keluar, menyela mereka yang ada di pintu agar bisa lari duluan.

Krayna merapikan semua bukunya yang ada di atas meja terlebih dahulu. Matanya menangkap ada seseorang berdiri tegap di daun pintu lewat ekor matanya. "Bentar, rapihin ini dulu."

Edvan mengangguk. Ia senantiasa menunggu Krayna selesai. Walau lama tidak apa. Asalkan itu Krayna.

Tidak membutuhkan waktu lama, Krayna sudah selesai dalam kegiatannya. Langkah kakinya terus membawa ke ambang pintu, dimana ada Edvan disana.

"Ayok." ucap Krayna sedikit cuek.

Edvan mengikuti kemana langkah Krayna yang berjalan di depan. Kerutan kecil muncul di dahi Edvan. Apa yang terjadi dengan Krayna? Tidak biasanya ia begini.

Edvan dibuat bingung dengan sikap Krayna yang berbeda hari ini. Jika biasanya cewek itu akan selalu tersenyum ketika berjumpa Edvan, maka tidak kali ini. Dan jika biasanya Krayna akan berjalan sejajar, bahkan tangan yang terus tergenggam, maka tidak kali ini. Edvan ditinggal jalan sendiri di belakang.

Mata Edvan beralih menatap tangannya. Ada tatapan sedih dan sendu yang dipancarkan. Kenapa tangannya belum digenggam? Dia badmood kali, ya? batin Edvan.

Edvan segera berlari kecil, meraih ketinggalannya. Dengan cepat tangan Edvan segera meraih dan menggengam tangan Krayna ketika sudah sampai di sampingnya. Bahkan sudah secara tiba-tiba sperti ini, Krayna tidak menoleh sama sekali?!

Edvan semakin bingung. Apakah ia harus bertanya atau tidak? Tapi ia takut Krayna semakin rusak moodnya ketika di tanya lagi.

"Lo kenapa?" final Edvan mencoba memecah keheningan. Tidak biasanya mereka berada dalam keadaan begini yang sungguh mencekam. Setiap harinya pasti ada canda tawa yang di ciptakan. Walaupun itu lebih banyak dari Krayna.

"Kenapa apanya?" tanya balik Krayna. Bahkan dari nada bicaranya saja sedikit cuek menurut prediksi Edvan.

"Sikap lo hari ini agak beda," Edvan mencoba berhati-hati dalam memilih kata. Ia tidak mau terjadi perdebatan panjang nantinya. "Lo agak cuek gitu."

SERAPHICTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang