35. NYANYIAN

51 1 0
                                        

Tolong vote-nya kennat! Tolong untuk dukungannya.

Bunyi dering bel terdengar ke seluruh penjuru sekolah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bunyi dering bel terdengar ke seluruh penjuru sekolah. Edvan berjalan menuju ke arah kelas Krayna. Teman-temannya juga sedang menjemput sang kekasih-terkecuali Afkar, kan dia jomblo. Jadi Afkar lebih memilih ke parkiran saja daripada ia seperti anak bebek kehilangan induknya. Nanti semuanya juga akan berkumpul di parkiran, pulang bersama menuju rumah masing-masing. Walaupun nanti jalannya akan berbeda tapi untuk langkah awal akan mereka lewati bersama.

Edvan juga Krayna melangkah menuju parkiran yang terletak di bawah matahari yang tidak terlalu meninggi. Di sana sudah ada teman-temannya yang duduk di atas motor masing-masing yang terletak di ujung parkiran. Di sampingnya terdapat satu pohon yang cukup rindang yang mampu menghalangi sinar matahari membakar.

"Okey. Semuanya sudah hadir dengan pasangannya, kecuali gue. Ya sudahlah, biarkanlah si jomblo dari orok ini tersenyum badut sendiri. Haha!" Afkar memaksakan tawanya yang terlihat hampa. Lantas satu helaan nafas meluncur dengan berat hati. Menghembus atmosfer yang tenang.

Sontak semuanya tertawa melihat kesengsaraan seorang Afkar Darren. Jika perihal tidak beruntungnya dalam percintaan, mungkin jawabannya adalah Afkar. Disebabkan dia yang selalu tidak membawa gandengan di kala lainnya ada sepasang gandeng.

"Cari cewek, Kar, makanya." Allea tertawa lepas setelah mengucap itu.

Zihel juga ikut tertawa, lalu berucap, "Sebutin tipe lo, Kar, biar gue cari ceweknya."

"Iya, Kar. Kan si Zihel koleksi cewek dia. Hahaha!" kata Adelyna. "Tapi btw tipe lo kayak gimana, ya?"

Afkar nampak berfikir, tangannya ia letakkankan di dagu. Di bantu dengan mata yang mengerling ke atas. "Tipe gue ya...," Tangannya naik ke atas sejajar dengan mata, dengan telunjuk yang berdiri lurus sendiri, sedangkan lain telungkup dalam genggaman. Surut wajah Afkar berubah begitu saja. "Gue tahu!"

"Apa apa?"

"Penasaran nih gue tipe lo, Kar!"

Pandangan Afkar melebar, menyaksikan ekspresi satu persatu temannya. Ada yang bergerak maju saking penasarannya. Ada yang tengah menatapnya dengan menyangga wajah dengan tangan. Ada juga yang penasaran, tapi yang diperlihatkan hanya ekpresi diam di tempat. Lantas Afkar menjawab dari segala rasa penasaran temannya. "Tipe gue... pokonya yang sama kayak gue!" Kemudian Afkar tersenyum bangga setelah menjawab jawaban yang tepat dan penuh yakin.

"Kayak lo gimana?" Dikta bertanya bingung. Yang lainnya ikut mengangguk, mereka belum bisa mencerna ucapan Afkar.

"Pokonya yang kayak gue. Yang belum pernah pacaran. Itu aja!" Kembali Afkar melihat wajah temannya itu. "Simple, kan?"

"Iya, sih, simple. Tapi masak, sih, cuman itu tipe lo," timpal Allea. Ia menggaruk pipinya sendiri.

Mayziya ikut mengangguk dan menimpali, "Padahal lo, kan, udah jomblo dari lahir nih. Gue pikir tipe lo bakalan yang... wah gitu!" Tangan Mayziya bergerak. Keduanya ia rentangkan secara luas ke sekitar. Mendeskripsikan makna dari kata 'wah' itu.

SERAPHICTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang