36. NYANYIAN 2

37 2 0
                                        

Huh! 3500+ kata nih kenat. Kalian hatus vote-nya dan komen ya biar aku semangat updatenya. Pleasee.
Tolong vote-nya kennat! Tolong untuk dukungannya.

"Duh aku gak sempat vidioin lagi," ungkap Krayna merasa sedih

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Duh aku gak sempat vidioin lagi," ungkap Krayna merasa sedih.

"Vidio?" beo Edvan merasa bingung.

"Iya. Vidio buat kenangan aja. Nanti kalo kangen bisa putar ini." Senyuman terukir begitu indah di wajah Krayna.

Edvan terdiam dulu sebentar, baru setelahnya ia mengangguk. "Boleh. Mau request lagu apa?"

"Aku terserah kamu aja." Sementara Edvan memikirkan lagu apa yang akan disuarakan, Krayna mulai menyetel handphonenya. Ia menaruhnya di atas meja yang ada di depan sofa, meletakkan handphone secara horizontal. Krayna mulai merekamnya kemudian ia kembali duduk dengan tenang menunggu Edvan memainkan gitar dan mengeluarkan suaranya.

Jauh dari perkiraan Krayna, ternyata Edvan lebih dulu mendudukkan dirinya dekat dengan Krayna. Kemudian kepalanya ia sandarkan pada bahu Krayna. Baru setelah itu petikan gitar mulai terdengar disaat Edvan mulai menaik-turunkan tangannya pada senar.

"Karna bersamamu semua terasa indah
Gundah gulana hatiku tlah hancur sirna
Janjiku takkan kulepas
Wahai kau bidadariku dari surga
Tuk slamanya
Tuk slamanya
Tuk slamanya."

Petikan gitar itu sudah berakhir. Begitu juga rekaman yang sudah dimatikan oleh Krayna disaat sudah tidak ada lagi suara yang akan keluar dari Edvan. Krayna memutar rekaman itu yang membuat Edvan juga ikut melihatnya. Didalamnya diperlihatkan Edvan yang bersandar pada Krayna seraya menyanyikan lagu penjaga hati. Keduanya terlihat indah dan romantis.

Krayna terlihat begitu bahagia dengan mata yang berbinar mengeluarkan cahaya mata yang menguar. Edvan juga terlihat sama disaat dirinya bernyanyi dengan mata yang sesekali melihat ke arah Krayna.

"Bagus banget vidionya, keren." Krayna berucap dengan bangga. Ia bangga memiliki kekasih yang nyaris sempurna. Tampan, tinggi, idaman semua orang, bisa nyanyi. Apalagi yang belum diketahui Krayna, ya, tentang Edvan?

"Yang bener?"

Krayna mengangguk. "Iya. Bagus banget ditambah suara kamu yang merdu jadi makin bagus." Setelahnya Krayna mengangguk dua kali.

"Aku upload, boleh?" Krayna berkeinginan untuk memamerkannga di sosial media. Memamerkan bahwa ia begitu beruntung mempunyai kekasih seperti Edvan.

"Boleh. Asalkan lo bahagia semuanya boleh." Kemudian tangan Krayna mengotak-atik layar handphone. Sedangkan kerjaan Edvan hanya menatap Krayna tanpa berpaling sedikit pun.

"Udah ada yang like aja, Edvan," beritahu Krayna menunjukkan handphone yang terus berbunyi akibat notifikasi yang masuk.

"Sini gue bantu like juga." Kemudian Edvan mengambil handphonenya di dalam kantong celana dengan kekehan yang terdengar di sela kegiatannya.

SERAPHICTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang