Edvances Leygander dan Krayna Auderelia adalah dua orang yang tidak pernah merasakan yang namanya kebahagiaan, bertemu untuk menciptakan suatu jalan menuju kebahagiaan.
Tentu itu tak mudah. Mereka harus menerima sebuah kenyataan dan rintangan sehin...
Tolong vote-nya kennat! Tolong untuk dukunganannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sudah jam setengah sebelas, namun mata Edvan masih belum berat untuk menutup. Matanya masih terbuka untuk melihat langit-langit ruang tamu yang begitu sunyi. Seisi ruang di sekitar hanya di isi oleh suara jam dinding yang terus berputar, menemani Edvan yang berbaring di atas sofa dipeluk oleh selimut. Lampu dapur tidak dimatikan untuk memberi cahaya temaram untuk menerangi ruang tamu. Edvan tidak takut gelap, hanya saja ini terlalu sunyi untuk Edvan yang tidak bisa tidur sekarang.
Kepala Edvan tertoleh ke samping kanan. Matanya malah terpaku pada benda yang ia taruh di atas meja. Tiga puluh detik terlewati yang hanya dimuat oleh kegiatan Edvan yang menatap benda tersebut tanpa berkedip dan menoleh barang sedikitpun dari benda itu.
Edvan bangkit tiba-tiba dari tidurnya. Tangannya dengan sigap mengambil benda itu dan menempatkan di atas tangannya. Kembali Edvan menatap benda tersebut lamat-lamat. Benda itu adalah dua buah kanvas berukuran kecil yang diatas samping kiri terdapat rantai dan ring yang membentuk gantungan. Ukuran kanvas itu kecil, hanya berkisaran 4 cm.
Edvan mengambil gantungan kanvas itu disaat ia hendak mengambil bantal dan selimut didalam kamarnya tadi. Gantungan kanvas itu sudah lama dibeli Edvan, sekitaran dua tahun lalu ketika Edvan sedang mampir ke salah satu toko yang menjual peralatan melukis. Edvan tertarik dengan barang-batang yang di pajang di kasir, salah satunya adalah gantungan kanvas. Edvan langsung membelinya dua tanpa pikir panjang untuk apa setelahnya digunakan. Hingga malam ini Edvan menemukan gantungan kanvas tersebut bersembunyi di balik barang-barang di dalam laci yang terletak di samping kasur Edvan. Edvan langsung mengambilnya dan disinilah Edvan tengah memikirkan sesuatu untuk menggunakan gantungan kanvas itu.
Sejenak Edvan beralih pandangannya pada bawah leher. Disana terdapat kalung sebelah sayap pemberian Krayna beberapa tahun lalu. "Gue gambarin ini aja, ya." Edvan berniat melukiskan gantungan kanvas dengan gambar sayap, menjadikan kalung miliknya sebagai referensi. Edvan segera mengambil kuas dengan ujung kecil dan runcing di gudang, juga beberapa cat sebagai pelengkap. Edvan menyatukan kedua gantungan kanvas tersebut dengan presisi. Agar ketika Edvan melukiskan sayap pada kedua gantungan itu tidak panjang satu atau pendek satu.
Edvan mulai menumpahkan warna hitam di kedua gantungan sebagai latar belakang. Kemudian Edvan mengambil cat berwarna putih, lalu mulai mencoret diatasnya membentuk sayap. Karna gantungan terlalu kecil jadi Edvna harus hati-hati saat melukiskannya. Gantungan kanan membentuk sebelah sayap bagian kanan, sedangkan yang kiri membentuk sebelah sayap bagian kiri. Kedua sayap itu akan sempurna jika disandingkan sama rata. Sengaja Edvan ciptakan begitu mengingat kalung mereka yang akan sempurna juga ketika disatukan sayapnya.
Sudah selesai. Kedua gantungan kanvas itu saat indah ketika mata memandang. Sayap putih dengan latar hitam menimbulkan warna putih lebih terang. Edvan segera mengambil keduanya dan berjalan ke arah nakas yang ada di samping sofa, tempat ia tidur dan berlukis sekarang. Satu gantungan kanvas bagian sayap kanan Edvan kaitkan pada tas Krayna. Dan bagian sayap kiri Edvan kaitkan dengan tasnya, sesuai dengan bagian kalung yang ada pada Edvan.