33. PERINGATAN

53 2 0
                                        

Tolong vote-nya kennat! Tolong untuk dukungannya.

Hari ini Krayna tidak masuk ke sekolah karna sakit

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hari ini Krayna tidak masuk ke sekolah karna sakit. Dia demam tinggi akibat kejadian itu. Edvan sudah menyuruh Krayna untuk di rawat di rumah sakit saja. Tapi Krayna tetap memilih untuk di rumah dengan tegas.

"Rawat di rumah sakit aja." ujar Edvan sedikit memaksa kala itu. Ia hanya ingin Krayna bisa sembuh dengan cepat dan terawat.

Tapi Krayna malah berbanding balik pikirannya dengan Edvan saat ia mengucapkan, "Nggak usah, Edvan Sayang. Lagipula nanti siapa yang jagain aku. Ayah, Bunda pasti mereka gak mau susah-susah dateng ke rumah sakit." Mereka  berdua berada di rumah Krayna yang kebetulan tidak berisikan orang tua Krayna. Tapi sebenarnya bukan kebetulankan? Memang seperti itu kan keadaan rumah Krayna tiap harinya? "Jadi lebih baik di rumah aja."

"Kan ada gue." Edvan menunjukkan dirinya sendiri. Ia menatap dalam dan khawatir pada gadis itu yang memakai cooling patch di dahinya guna menurunkan demamnya. "Gue bisa jagain lo 24 jam."

"Enggak, Edvan. Kamu itu harus fokus sekolah. Sekarang aja kamu harus sekolah nanti telat." Krayna melirik ke arah jam yang sudah menunjukkan pukul tujuh lewat dua puluh. Sebelum ke sekolah Edvan lebih memilih untuk mampir dulu ke rumah Krayna, melihat bagaimana keadaannya yang sudah lebih membaik dari kemarin.

"Gue bisa bolos." jawab Edvan membela.

Dengan cepat Krayna menggeleng. "Enggak. Kamu gak usah bolos. Ayo sekarang cepat bangun pergi ke sekolah." Krayna sedikit bangun. Tangannya juga ia angkat guna menepuk-nepuk pundak Edvan, menyuruh untuk berdiri.

"Ngusir, nih, ceritanya? Gak mau banget di jaga sama pacarnya sendiri." Lihat. Edvan dengan mudah membuat Krayna merasa ucapan yang di ucapnya salah. Padahal kan Krayna hanya ingin Edvan segera pergi ke sekolahnya untuk belajar.

Krayna gelagapan. Raut wajahnya dengan cepat berubah. Padahal niatnya bukan begitu tapi Edvan malah membalikkan kata yang membuat Krayna merasa bersalah. "Eh, bukan gitu! Aku sayang sama kamu, nanti kamu gak bisa ikut pelajaran hari ini. Udah biarin aku di rumah aja."

"Gue bisa bolos. Gak penting amat, tuh, juga sekolah. Lebih penting lo dari yang lain."

Dengan segera Krayna mencegah. "Heh! Lebih penting sekolah tau! Lebih penting belajar. Kalo kamu gak belajar gimana masa depan kamu." sentak Krayna dengan tangan yang bergerak menggeplak mulut Edvan.

Edvan akhirnya menghembuskan nafasnya. "Iya gue pergi sekolah sekarang. Tapi lo bisa, kan, jaga diri sendiri?"

Bisa Krayna lihat, ada tatapan khawatir tersirat dalam lubuk tatapan tajam yang masih mendominasi itu. Tangannya yang juga terangkat mengelus pundak Krayna pelan. Lantas kemudian Krayna mengangguk dua kali. Di susul oleh satu lukisan senyuman terukir di seluk bibirnya. Terlihat tulus. "Iya, aku bisa, kok, jagain diri aku sendiri. Semuanya akan aman." Krayna berucap dengan pelan, meyakinkan Edvan yang gamang.

SERAPHICTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang