023. "Permulaan"

692 67 14
                                        

Happy reading!
Sapa yang udah nunggu?

***

Pemulihan Daehan berjalan baik, anak itu sudah kembali pada rutinitas biasanya. Namun, Raisa semakin protektif pada putra semata wayangnya itu. Raisa bahkan menyewa supir untuk mengantar dan menjemput Daehan, agar kejadian sebelumnya tidak akan terjadi kembali.

Ting!

Pak Sahrul
Nyonya, tuan muda sudah sampai rumah

Satu pesan masuk ke ponsel Raisa yang berada di ruangannya, sedangkan orangnya sedang tidak ada, menjalankan tugasnya, sejak beberapa hari ini wanita itu sibuk di rumah sakit bahkan jarang pulang, beberapa hari pula Daehan selalu menginap dirumah pasangan muda Rey dan Hana, terkadang keduanya yang menginap di rumah Raisa untuk menjaga anak itu selama bundanya bekerja.

"Raisa!"

Panggilan tersebut menghentikan langkah Raisa yang terlihat sibuk dengan catatan di tangannya dan berjalan terburu buru, menoleh mendapati Canu yang berlari kecil kearahnya.

"Udah waktunya makan siang," ucapnya ketika sudah berada di depan ibu satu anak itu, "Kita padahal satu rumah sakit tapi susah banget ngobrol sama kamu beberapa hari ini,"

Raisa meringis mendengar itu, bagaimana tidak keduanya sangat sibuk akhir akhir ini dengan pekerjaan masing masing, jangankan dengan Canu, Raisa bahkan tidak punya waktu untuk menghabiskan hari bersama anaknya.

"Kamu duluan aja ke kantin, aku perlu meriksa pasien terakhir, setelah itu pekerjaanku selesai," balas Raisa mengangkat laporan yang berada di tangannya.

"Aku tunggu di kantin," balasnya sambil mengacak pucuk rambut wanita itu dan segera pergi, jelas itu membuat perhatian orang orang tertuju pada keduanya.

Ketika Canu sudah pergi, Raisa memperhatikan sekeliling hingga membuat mereka yang langsung mengalihkan pandangan dan melakukan aktifitas masing masing.

Raisa melanjutkan langkahnya dan berusaha merangkai kata untuk memberitahu keadaan pasien pada keluarganya agar tidak terlalu menyakitkan jika mengetahui hasil lab yang baru keluar mengenai keadaan anak mereka.

"Selamat siang Angga," sapa Raisa setelah membuka pintu ruang rawat tersebut, memberikan senyum terbaiknya untuk anak seusia Daehan itu. "Sudah makan siang?" Anak itu mengangguk antusias sebagai balasan, semangat itu mengingatkan pada Daehan beberapa waktu lalu saat berada ruangan yang sama.

***

Sambil menunggu Raisa, Canu sudah di hadapkan dengan makan siangnya, namun bukan berfokus makan, dirinya malah berfokus pada ponselnya.

Mama
Cepat kenalkan calonmu itu!

Sejak Canu mengatakan pada orangtuanya soal perempuan yang dia sukai, mamanya itu terus meminta untuk mempertemukan mereka segera.

Sejujurnya Canu juga menginginkan hal yang sama, segera memperkenalkan Raisa pada keluarganya, umurnya bukan lagi untuk bermain main, sudah waktunya untuk serius.

Namun, ada beberapa pertimbangan lagi apalagi keadaan beberapa saat lalu yang membuat Raisa sedikit terguncang mulai dari kecelakaan Daehan dan Jehan yang mengetahui segalanya, Canu tidak ingin menambah beban untuk wanita itu jika membahas semuanya sekarang.

"Hey!" Canu dikejutkan dengan suara dan nampan yang di letakkan tepat di depan miliknya, "Kenapa belum dimakan?" sambungnya setelah duduk di depan dokter kandungan tersebut.

BROKEN FAMILYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang