037 "Bertubi"

522 68 17
                                        

Jehan berlari menyusuri koridor rumah sakit, wajahnya terlihat panik dan takut terjadi sesuatu dengan istri dan anaknya, di depan ruang operasi keluarga sudah berkumpul, keluarga Bella dan Berlian juga ada di sana, menunggu dokter yang tidak kunjung keluar.

"Bagaimana keadaan Bella?" Jehan bertanya dengan nada bergetar, pasalnya sebelum dia pergi istrinya itu baik baik saja, kenapa tiba tiba terjadi seperti ini, "Bagaimana bisa,"

"Kita juga nggak tau kak, aku sama mama niat buat ambil barang yang ketinggalan, kak Bella udah ada di sana nggak sadarkan diri dan darah bergenang," adik iparnya menjelaskan keadaan Bella saat di temukan, suaranya terdengar parau karena kebanyakan menangis.

"Dengan keluarga pasien?" Dokter keluar dengan satu susternya, "Kandungannya tidak bisa di selamatkan dan kita harus segera melakukan operasi pengangkatan rahim sebelum pasien kehilangan nyawanya juga," beritahu dokter, semua orang kaget.

Pengangkatan rahim itu tandanya Bella tidak akan pernah bisa punya anak, mereka tidak akan pernah punya anak selamanya, namun jika tidak dilakukan nyawa Bella menjadi taruhannya, semua melihat ke arah Jehan, meminta persetujuan suami pasien.

"Lakukan!"  keputusan Jehan diangguki dokter, kembali masuk sedangkan suster tadi keluar untuk membuat prosedur operasi lanjutan, "yang penting Bella selamat,"

"Jehan, Bella sangat menginginkan seorang anak, bagaimana jika dia tau nanti, mungkin dia tidak akan bisa menerimanya," ibu mertuanya kembali menangis.

"Hush," Berlian yang duduk di ruang tunggu adalah orang paling tenang disana, dia ada di sini hanya sebagai perwakilan Ardiethama agar terlihat sopan dan menghargai mereka semua.

Berlian juga punya empati tapi rasanya biasa saja, tidak ada yang perlu di tangisi yang sudah pergi tidak akan kembali jika kita menangis bukan, "Jehan, Lo udah ada di sini, gue balik dulu," pamit Berlian meninggalkan keluarga yang sedang bersedih, "Gue nggak bakal bilang keadaan Bella sama keluarga karena bukan urusan gue, Lo jelasin sendiri sama mereka nanti,"

Berlian juga penasaran sebenarnya apa yang terjadi pada Bella sampai bisa terjatuh seperti itu, dia belum sempat datang ke rumah Jehan, karena dia langsung pergi ke rumah sakit tadi, "Gue bakal bantu cari tau kenapa ini bisa terjadi, gue ijin ke rumah Lo," Berlian menepuk pundak Jehan berusaha menenangkan, bagaimanapun Jehan adiknya, sekarang mereka hanya punya satu sama lain setelah orangtua mereka meninggal.

▪️▪️▪️

Seakan belum puas dengan kejadian hari ini, mulai dari proyek yang terancam gagal, calon anaknya pergi untuk selamanya dan Bella yang masih terbaring kritis di rumah sakit, Jehan harus datang ke kediaman utama Ardiethama malam ini, dia jelas tau maksud dari semua ini.

Jehan pulang ke rumahnya terlebih dahulu, membersihkan tubuhnya yang sudah cukup lelah dengan semuanya, kesedihan bertubi tubi datang padanya, baru membuka pintu Jehan melihat kakaknya yang duduk di sofa, tenang dan nyaman.

"Mbak, gue nggak mau bicara apapun, udah cukup hari ini," Jehan rasanya ingin menyerahkan sekarang juga, sandarannya tidak ada, dia hanya punya Berlian yang bisa menenangkan sekarang.

"Gue tau, tapi sepertinya Bella udah tau soal Daehan," Berlian melempar map berisikan informasi Daehan, "orang suruhan Ardiethama juga kesini tadi bantu gue buat beresin tapi, mungkin dia juga udah bilang soal Daehan ke orang rumah, apa yang bakal lo lakuin sekarang?"

Jehan melihat kamar utama yang berada di dua pintunya terbuka lebar, dia lupa menutup pintu kamar itu, "Jehan, gue nggak tau apa yang ada di otak lo itu, gue bukannya udah minta buat lo pindahin semua barang Raisa ke apartemen gue kalau nggak mau lo buang?"

Sebelum Berlian memang meminta Jehan memindahkan semuanya ke apartemen Berlian yang sudah tidak di tempati, menghilangkan semua tentang Raisa selain tidak menemuinya, agar Jehan tidak terus terbayang bayang mantan istrinya.

"Kalau begini, gimana kita tangani semuanya? Raisa minta buat keluarga nggak tau tentang Daehan, tapi sekarang mereka tau semuanya, apa yang bakal lo lakuin,  Bella yang nggak bakal bisa punya anak? Ahli waris sekarang cuma ada di Daehan,"

"Sekarang bahkan gue nggak tau cara bantu, gue pusing seandainya gue nggak ketemu Raisa, lo nggak tau Daehan sebenarnya semua ini nggak bakal serumit sekarang,"

"Maaf,"

▪️▪️▪️

Malam harinya Jehan datang ke kediaman utama Ardiethama di temani Berlian, suasana cukup tegang, semua anggota inti Ardiethama berada di sana, tidak ada pengecualian.

"Jehan bisa jelaskan apa yang terjadi? Perusahaan, Bella, Raisa dan Daehan," baru memulai obrolan sudah di todong dengan pertanyaan inti, tidak ada basa basi.

"Satu satu bang tanyanya, pertama perusahaan apa yang terjadi hingga kita terancam mendapatkan kerugian besar, sangat besar,"

"Maaf, Jehan sedang menyelidiki itu, ada pegawai yang berusaha membawa kabur uang kita, Mavin sudah meminta orang untuk mencarinya, Jehan pastikan masalah ini segera selesai," Jehan menjelaskan dengan tenang, walau semua mata tertuju padanya, mengintimidasi.

"Bella keguguran? Kenapa bisa? Apa dia tidak menjaganya dengan baik atau memang tidak ingin memiliki seorang anak darimu?"

"Ini murni kecelakaan tante, hanya saja Tuhan tidak mengijinkan kami memiliki anak, maaf setelah ini kami tidak mungkin bisa memiliki anak lagi," Jehan memberitahu keluarga kalau dia tidak akan bisa memiliki anak bersama Bella, "Rahim Bella sudah di angkat untuk menyelamatkan nyawanya,"

"Benar benar tidak berguna," cibir tantenya yang terkenal paling julid, "Lalu bagaimana sekarang? Kau akan meninggalkannya atau menikah kembali?"

"Tidak, Aku memilih melepas warisan itu, berikan pada anak  mbak Berlian nanti, semua ini salah Jehan, Jehan nggak bakal ninggalin Bella,"

"Ya, kau tidak meninggalkan dia, tapi kau menelantarkan anak kandungmu, apa kamu lupa Jehan kamu punya anak, apa kamu benar benar tidak peduli dengan kehidupannya di masa depan?" Deg, seakan menjadi tamparan keras ucapan dari pamannya, "Kau adalah Ardiethama gagal, keluarga kita tidak ada yang melakukan hal menjijikan seperti itu,"

"Paman maaf menyela, ini permintaan Raisa sendiri, dia meminta Jehan dan keluarga kita tidak mengganggu hidupnya lagi, Raisa juga sudah bahagia dengan pilihannya," Berlian menyela sebelum keadaan tidak terkontrol.

"Kami paham yang di maksud Raisa, itu keputusan benar agar tidak membuat si bajingan ini seenaknya, tapi bukan berarti kau menelantarkan, anak itu bagian dari kita, darah kita mengalir di tubuhnya, Jehan apa kamu sudah meminta maaf pada Raisa dan Daehan?"

"Kami sudah menemui keluarga Raisa, meminta penjelasan untuk semua yang terjadi pada cucu keluarga ini, kami tau semuanya, kalian kenapa tidak memberitahu, Berlian bukannya kamu sendiri yang menentang perbuatan bajingan adikmu? Tapi kenapa kamu terbawa arus olehnya?" Jehan dan Berlian menunduk.

"Ahli waris akan tetap berada di garis keturunan Jehan, Daehan Raksav Ardiethama yang akan mewarisinya, setuju atau tidak itu keputusannya, tentukan pilihanmu Jehan tetap di sisi wanita itu atau meninggalkannya, dia tidak menguntungkan keluarga ini, hanya membawa sial,"

"Berlian hubungi Raisa, suruh dia datang kesini bersama cucu kami, Daehan,"

▪️▪️▪️▪️▪️

Apa yang bakal terjadi selanjutnya? Apa yang bakal keluar Ardiethama lakukan ke Jehan, Bella, Raisa dan Daehan?

Tinggalkan jejak semuanya, vote, komen, follow juga biar tau update terbaru, doain cepet selesai karena aku pengen bikin cerita lainnya jujur, gatel banget

Love you all

BROKEN FAMILYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang