Tanpa ada yang tau Raisa mulai kembali menemui psikolog yang menangani sejak kelahiran Daehan, ketika Daehan mulai masuk sekolah Raisa menghentikan pertemuan dengan psikolog karena keadaanya yang mulai membaik, namun sejak sebulan ini Raisa kembali menemuinya.
Dulu setelah kelahiran Daehan Raisa sempat mengalami baby blues, dimana saat itu dia benar benar sendirian, tidak ada dukungan dan lingkungan yang tidak sehat semakin membuatnya gila.
Raisa baru keluar dari ruang dokter psikolognya, perasaanya mulai lega setelah memberitahu semua pada dokter, walau masih terasa sedikit takut tapi, tidak seperti sebelumnya, "Raisa," panggilan itu cukup untuk menghentikan langkahnya, dokter Canu yang memanggilnya.
"Kamu baik baik aja? Kenapa datang lagi ke dokter Rina?" Canu melihat Raisa tadi keluar dari ruangan itu, jelas Canu mengetahui soal permasalahan mental Raisa, dia juga tau sudah sangat lama Raisa tidak pernah menemui dokter Rina— dokter psikolognya secara pribadi.
"Nggak ada apa apa, saya permisi dulu dok," Raisa tidak harus memberitahu keadaannya kepada orang yang sudah dia tolak kan, Raisa kembali ke ruangannya sebentar setelahnya menjalankan pekerjaan, untungnya Raisa sangat di sibukkan hari ini membuatnya tidak memikirkan hal aneh aneh.
"Kak, aku nggak mau menuduh atau meragukan pilihan kakak, cuma aku ngerasa sopir kakak yang di tugaskan untuk Daehan sedikit aneh,"
"Aneh gimana maksud kamu?"
"Pak Sahrul selalu laporan tentang kegiatan Daehan kan? Kayak pulang jam berapa?" Raisa mengangguk, pak Sahrul selalu melaporkan setiap kegiatan Daehan.
"Beberapa hari ini Daehan pulang nggak kayak biasanya, bahkan kadang mepet jam kakak balik dari rumah sakit, dan nggak jarang Daehan udah ganti baju nggak pake seragam lagi,"
Mengingat obrolannya dengan Hana beberapa hari yang lalu membuat Raisa sedikit merasa aneh, karena supirnya itu selalu mengabarinya bahwa Daehan pulang tepat waktu, Hana juga tidak akan berbohong padanya, untuk memastikannya Raisa harus membuktikannya sendiri.
▫️Miss Lina
Maaf ibu Raisa, Daehan pulang bersama seorang pria bersetelan rapi, dia mengatakan jika supir biasanya tidak bisa menjemput, Daehan juga seperti mengenalnya karena Daehan langsung masuk mobil sebelum saya melarangnya, Daehan mengatakan jika beliau omnya
Raisa yang baru menyelesaikan operasi kecil melihat ponselnya yang terdapat pesan masuk dari wali kelas Daehan, "Om?" Raisa anak tunggal mana ada Daehan memiliki om, kalaupun Rey yang menjemput pasti Daehan memanggil koko dan Rey memberitahu dulu.
Raisa panik, melepas jas dokternya dan meletakkannya sembarangan, menyambar tas juga kunci mobilnya, meninggalkan rumah sakit tanpa peduli dengan beberapa dokter dan suster yang menyapanya.
Di dalam mobil Raisa berusaha menghubungi pak Sahrul namun, tidak ada tanggapan membuat Raisa semakin panik, "Apa dugaan Hana dan ketakutan gue bener?" Raisa membawa mobilnya meminggalkan area rumah sakit, tujuannya sekarang adalah sekolah Daehan.
"Hana, Daehan udah ada di rumah?" Raisa mengirim pesan suara pada Hana, beberapa menit menunggu bukan balasan yang Raisa dapatkan karena Hana langsung menghubunginya.
"Belum, ada apa kak?"
"Daehan pulang sama orang lain, jadi wali kelasnya ngirim pesan kalau bukan pak Sahrul yang jemput, sekarang gue mau ke sekolah buat mastiin siapa yang jemput, kalau Daehan sampai tolong kabarin,"
"Iya kak, kalau ada apa apa kabarin juga, aku bakal bantu cariin juga,"
"Terima kasih,"
Jangan bilang jika Jehan yang membawa Daehan pergi, jangan bilang pria itu nekat, Raisa tau jika mantan suaminya itu sering ada di sini dengan alasan bisnis, dia tau dari Rey karena kebetulan sekali Rey salah satu yang merancang proyek itu juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
BROKEN FAMILY
RandomDaehan Raksav, lahir bukan karena kesalahan, dia terlahir dari ikatan suci pernikahan, hanya saja semesta membuat kedua orangtuanya berpisah karena keegoisan. "Jangan berhubungan dengan seseorang yang masih berada di masa lalunya," kalimat itu benar...
