Epilog !

499 81 5
                                        

Kehidupan Raisa yang sekarang adalah kehidupan yang selalu dia impikan selama ini, Maxime benar benar memenuhi ekspetasi seorang Raisa Daeline.

Raisa tidak diharuskan untuk melakukan pekerjaan rumah, bahkan untuk urusan anak anak Maxime menyewa dua private asisten untuk kedua anaknya, Raisa melanjutkan sekolah profesinya, dokter spesialis penyakit dalam, biaya? Tentu dari sang suami.

Anak mereka tidak pernah kekurangan kasih sayang, bahkan Daehan mendapatkan hal yang sama seperti Justin, fasilitas, pendidikan bahkan tentang pengakuan, disini Daehan dikenal sebagai Daehan Grayson.

Dua tahun berada di Amerika, berita duka datang dari keluarga Ardiethama, kakek dan nenek buyut Daehan telah berpulang, untuk pertama kalinya Raisa kembali datang ke rumah utama Ardiethama untuk mengantar Daehan melihat buyutnya untuk terakhir kali.

Daehan menginap disana dua hari, tentu dengan pengawasan Berlian, sedangkan Maxime, Raisa dan Justin tinggal di rumah orangtua Raisa.

Pertemuan pertama juga antara Jehan dan Daehan setelah  dua tahun tidak bertemu, bukannya Maxime dan Raisa melarang tapi Daehan sendiri yang tidak ingin bertemu ayah kandungnya.

"Aunty Berlian, aku ikut aunty ya," selama di kediaman utama, Daehan terus mengikuti Berlian, tidak ingin lepas dari auntynya itu, dia bahkan tidak mau bergabung dengan saudara saudara yang lain.

"Daehan, sini sama ayah," Jehan yang berada tidak jauh dari Daehan, membujuknya  untuk bersamanya saja, "main sama adek Lala dan Lili sini," Daehan menolak, semakin menempel pada Berlian.

"Iya sini, ini juga adeknya Daehan," Bella yang memangku keponakannya ikut menyahuti, "Kenalan dulu yuk, Daehan belum kenalan sama adek adek kan?"

"Jangan di paksa kalau Daehan nggak mau," Berlian yang sadar keponakan tersayangnya ini tidak nyaman dengan keluarga Jehan dan keluarga Bella menyela," Daehan tanggung jawab gue selama ada di sini,"

"Cih, terlalu dimanjakan, bahkan sama ayahnya sendiri nggak boleh," Ibu Bella mulai ikut campur, seakan tau apa yang semua tentang Daehan.

"Ibu..." tegur Bella, jelas itu membuat anggota Ardiethama yang mendengar merasa tersinggung, "Daehan cuma merasa asing sama kita,"

"Daehan dimanjakanpun bukan urusan anda, semua kebutuhan Daehan juga tidak meminta pada anak kalian ataupun Jehan," Berlian sarkas, sejak dulu Berlian memang tidak pernah mau akur ataupun suka pada keluarga itu, "Daehan ayo,"

"Mbak,"

"Daehan hari ini pulang kan? Ayo aunty anterin," Berlian tidak merespon panggilan Jehan, membawa pergi Daehan dari kumpulan orang itu.

Daehan mengikuti Berlian tanpa berpamitan atau menoleh pada Jehan, Berlian membawanya ke saudara saudara lainnya untuk berpamitan, semuanya tanpa terkecuali, hanya tidak pada ayah dan keluarga barunya itu.

Ardiethama secara terang terangan memang menjauhkan Daehan dari Jehan, bukan karena jahat tapi menghindari hal yang bisa memanipulasi Daehan apalagi keluarga istrinya, sejujurnya ada rasa dendam atas penolakan lamaran waktu itu, membuat keluarga Ardiethama kurang respect.

▪️▪️▪️

Ketika usia Daehan menginjak lima belas tahun, anak itu kembali ke Indonesia tinggal bersama Berlian dan suaminya— Hendra, hakim yang pernah mengejarnya dulu, sedangkan Raisa, Maxime dan Justin tetap berada di Amerika, seperti kesepakatan sebelumnya.

Raisa tidak mengingkari perkataannya sendiri, walau ada rasa berat melepaskan putranya tapi bagaimanapun Daehan adalah Ardiethama yang sudah keluarga itu nantikan.

BROKEN FAMILYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang