041 "Awal Luka"

546 83 15
                                        

🗨️ Raisa
      Gue udah ada di Jakarta sekarang, bisa ketemu?
      Ada hal yang perlu gue bahas sama lo
      Sebelum gue dateng ke rumah Ardiethama

Jehan yang berada di ruang kerjanya menengok ketika ponselnya menyala, tiga pesan masuk dari Raisa,  perempuan itu sudah berada di Jakarta, ada rasa senang mendapatkan pesan itu karena jika Raisa ada di Jakarta, Daehan juga ikut, sebentar lagi dirinya akan bertemu dengan anaknya atau mungkin Raisa mulai memaafkan dan memperbolehkan ayah dan anak itu berinteraksi semestinya.

🗨️ Jehan
      Boleh
      Kapan?
      Di mana?

Jehan begitu antusias membalas pesan itu padahal dia tidak tau apa yang Raisa ingin bahas nanti, senang sama dulu, apapun yang akan perempuan itu bahas yang pasti itu yang terbaik untuk Raisa, Daehan dan dirinya.

🗨️ Raisa
      Hari ini
     Gue shareloc

Sambil menunggu Raisa memberikan lokasinya, Jehan membersihkan meja kerjanya, bersiap untuk menemui mantan istrinya tersebut, tidak butuh waktu lama Raisa sudah memberikan titik lokasinya, Jehan segera membukanya dan tempat ini tidak asing untungnya.

"Tempat ini?" monolog Jehan sambil terus memperhatikan   lokasinya, otaknya kembali memutar kepada ingatan masalalu.

"Raisa ayo menikah,"

"Candaan lo nggak lucu,"

"Gue serius,"

Sedikit percakapan di masalalu seketika terdengar dan terbayang dengan jelas, tempat itu adalah awal dari hubungan Jehan dan Raisa, dan kehancuran Raisa karena menerimanya.

Untuk beberapa saat Jehan merasa ragu, kenapa Raisa memilih tempat ini untuk bertemu, bahkan Jehan saja tidak pernah datang lagi ke sana, tempat dengan banyak kenangan karena dulu Jehan dan Raisa sering makan di sana saat jam istirahat.

Tapi jika dia tidak datang, dia tidak akan tau apa yang akan Raisa inginkan, dengan langkah mantap akhirnya Jehan keluar dari ruangannya, di ruang tamu ada Bella dan adiknya yang sedang bermain bersama kedua anak dari adik iparnya itu.

"Mas, mau kemana?" tanya Bella yang melihat suaminya terburu buru dari ruang kerjanya, "Apa ada masalah?"

"Nggak ada, aku keluar dulu ya" pamit Jehan dan segera keluar dari rumah, Bella tidak boleh tau jika dia pergi untuk bertemu Raisa, itu akan jadi masalah dengan keadaan yang seperti ini.

▪️▪️▪️

Raisa melamun sambil memutar sedotan pada gelasnya tidak ada niat untuk meminumnya, setelah dia lebih tenang dan mendengarkan nasehat dokter dan ayahnya beberapa hari yang lalu, membuat Raisa berakhir di sini sekarang, menunggu di tempat yang mengawali lukanya, tempatnya sudah banyak berubah, bahkan karyawannya sudah tidak ada yang Raisa kenali, padahal dulu bisa di sebut Raisa akrab dengan mereka karena saking seringnya dia di sini.

"Demi kebahagiaan kamu, demi Daehan juga," kata dari ayahnya selalu terngiang di telinganya seperti alarm peringatan, "Kalau nggak sekarang, mau sampai kapan? Bener kata dokter kamu, kamu harus melepaskan semuanya biar kamu ketemu tenang dan bahagia,"

Tempat ini menjadi awal semuanya dan tempat ini juga yang akan menjadi akhir segalanya, Raisa akan menuntaskan semuanya di sini, di tempat ini dan di masa depan dia mungkin tidak akan pernah menginjakkan diri lagi di sini, bukan sumpah tapi harapan.

"Raisa," seakan masalalu terulang kembali, suara itu membuat Raisa menoleh dan mendapati Jehan berdiri di depannya sama seperti dulu, keduanya sempat bertemu tatap sebentar sebelum Jehan duduk di depan Raisa, "Udah lama nunggu?"

BROKEN FAMILYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang