044 "Hak Asuh Daehan"

656 96 29
                                        

Daehan sedang bermain dengan para sepupunya di temani beberapa baby sitter, jujur saja Daehan tidak suka berada di sini, dia ingin pulang saja tapi bundanya masih mengobrol dengan yang lain, anak itu tidak bisa seenaknya meminta pulang.

"Daehan kamu bakal tinggal di sini kayak kita? Nanti kita bakal main bareng terus," salah satu sepupu yang seumuran dengannya bertanya.

Daehan yang sedang menyusun puzzle menoleh dan mengeleng, "Nggak, aku tinggal sama bunda," jawab jujur Daehan.

"Kenapa? Kamu kan anaknya om Jehan sama tante Bella, bakal sering ke sini nanti, aku juga tinggal sama papa dan mama sering main ke sini kok," sahutnya menyakinkan jika Daehan harus sering bermain ke rumah ini.

"Enggak, aku anak bunda Raisa!" entah kenapa Daehan seketika emosi, dia menghancurkan puzzle yang baru selesai separuh, "Siapa bilang aku anak mereka? Aku anak bunda Raisa, dan kami tidak tinggal bersama dengan orang itu!"

Beberapa pelayan yang ikut mengawasi anak anak itu kaget dan langsung mendekat, takut dua anak majikannya itu berkelahi, "Aku anak Bunda Raisa bukan anak mereka!" Daehan sedikit berteriak, seakan tidak terima jika di sebut anak dari ayah dan istri barunya, dua orang yang membuat dia dan ibunya sakit selama ini.

Setelah mendengar kisah kedua orangtuanya dari granma, perasaan benci itu muncul seketika, naluri seorang anak pada ibu yang tersakiti membuatnya marah.

"Tuan muda, tenang ya," beberapa pelayan menenangkan Daehan dan beberapa lagi menjauhkan anak tadi dari jangkauan Daehan.

"Aku mau pulang,"

"Tapi tuan, para orangtua masih berbicara di depan,"

"Aku mau pulang,"

"Tuan muda Daehan, mari ikut saya," salah satu pelayan datang dan mengajak Daehan keluar, anak itu berpikir bundanya sudah selesai dan akan mengajaknya pulang.

Tanpa membantah Daehan pergi tanpa memberi salam perpisahan dengan para sepupunya, sebelum benar benar sampai ruang utama Daehan menghubungi seseorang lewat smartwatch di pergelangan tangannya.

Semua orang melihat kedatangannya, Daehan menyadari ini bukan waktunya pulang, bukan bundanya yang memanggil, perasaan tidak nyaman Daehan rasakan sekarang.

"Daehan, apa Oma boleh bertanya? Apa kamu menginginkan keluarga yang lengkap? Ada ayah dan bunda di dalamnya?" Daehan melihat seseorang yang bertanya padanya, dia tidak tau tapi yang pasti salah satu omanya.

Daehan melihat bunda dan ayahnya bergantian, seakan bertanya lewat matanya, ada apa, kenapa ada pertanyaan seperti ini? Daehan juga bisa melihat mata bundanya yang sendu, ketakutan, Daehan tidak pernah melihat bundanya ketakutan seperti ini, apa yang telah keluarga ayahnya lakukan pada bundanya?

"Bunda, Daehan mau pulang," bukannya menjawab pertanyaan dari omanya Daehan malah meminta untuk pulang, menghampiri bundanya, memegang tangan yang sedikit gemetar itu, "Daehan udah hubungi Daddy tadi, sebentar lagi dateng,"

"Oma tadi bertanya Daehan ingin punya keluarga lengkap dimana ada bunda dan ayah? Daehan udah punya oma, ada Bunda, Daddy, bahkan aku punya saudara juga," Daehan menjawab kebingungan mereka yang mendengar Daehan menyebut Daddy.

"Kamu sudah menikah?" tanya salah satu om pada Raisa, "Tapi kata ayahmu waktu itu kamu belum menikah,"

"Maaf om, saya akan segera menikah, belum ada pengumuman memang, dan setelah saya resmi menikah, saya akan membawa Daehan ikut dengan saya, kedatangan saya ke sini juga ingin membicarakan soal ini,"

Daehan sudah duduk di samping Raisa, memegang tangan bundanya itu erat, seakan menyalurkan kekuatan yang dia punya, "Saya tidak masalah jika Daehan ingin tinggal bersama kalian, tapi tidak di umur sekarang, biarkan saya yang mendidik dia agar menjadi layak sebagai penerus, dia bisa memilih di usia legalnya nanti, jika dia ingin tinggal bersama kalian hanya satu permintaan saya, Daehan tidak berada di bawah didikan Jehan, dia akan berada di bawah didikan kak Berlian," Raisa menoleh pada Berlian, setidaknya ada satu orang yang paling dia percaya di keluarga ini untuk menjaga anaknya di masa depan, menjadikannya layak dan selalu berjalan di jalan yang benar.

BROKEN FAMILYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang