024 "Serius"

799 110 4
                                        

Happy Reading and enjoy with story

***

Hari mulai malam dan Raisa juga sudah siap dengan pakaian rapinya di temanin Hana dan Daehan yang sedang Canu datang, "Daehan beneran nggak mau ikut sama bunda dan papa? Kita jalan jalan loh" tanya Raisa sekali lagi pada anak semata wayangnya tersebut.

"Kak, biarin aja sih. Daehan sama aku, nemenin aku di rumah daripada jadi nyamuk bunda sama papa kan Daehan?" Hana yang menjawab dan Daehan mengangguk setuju.

"Emang kamu nggak mau sama Rey, bikin sendiri sana, suka banget memonopoli Daehan," sahut Raisa sebab akhir akhir ini Daehan memang suka sekali bersama Hana, anak itu bahkan sudah jarang bermanja manja pada Raisa sekarang.

"Kakak ngeledek ya!? Rey itu akhir akhir ini sibuk banget banyak client bahkan di rumah aja dia ngerem di ruang kerjanya! Daripada aku sendirian baiknya emang sama Daehan, nih anak kakak bisa aku ajakin apa aja bahkan nonton drakor," balas Hana sambil merangkul Daehan begitu erat seperti pada adiknya sendiri.

"Beneran nih, Daehan nggak mau ikut bunda sama papa? Kita jalan jalan loh?" Raisa masih berusaha membujuk Daehan, jujur saja Raisa merasa gugup kali ini tidak seperti sebelum sebelumnya, dia merasa pembicaraan malam ini akan lebih serius dan jika ada Daehan diantara mereka Raisa tidak akan terlalu gugup dan canggung nantinya.

"Udah deh kak, anaknya juga nggak mau. Lagian kalian berdua itu mau kencan masa kencan bawa anak, Daehan aman sama aku,"

Obrolan mereka terhenti saat terdengar suara mobil memasuki halaman rumah Raisa, dipastikan itu adalah dokter Canu. "Dokter Canu udah dateng tuh, udah sana kakak berangkat, Daehan aman sama aku, janji," ujar Hana sambil mengambilkan tas Raisa dan memberikan pada sang pemilik, mendorong agar segera menghampiri lelaki itu.

Raisa keluar terlebih dahulu, menghampiri Canu yang berdiri di samping mobilnya, pakaian rapi bahkan warnanya senada dengan pakaian Raisa, padahal keduanya tidak merencanakan sebelumnya.

Sedangkan dua mahluk lainnya yaitu Hana dan Daehan berdiri di depan pintu melihat interaksi mereka, Hana dengan wajah sumringah berbeda dengan Daehan yang menatap dengan tatapan yang tidak seperti biasanya yang antusias saat melihat Canu.

"Daehan nggak ikut?" Canu bertanya sebab Daehan tidak kunjung menghampirinya, "Kamu nggak larang dia ikut kita kan?" tambahnya sebab menurut pandangannya, tatapan Daehan seperti tidak rela mereka hanya pergi berdua.

Raisa menoleh ke belakang melihat putranya itu masih berdiam di tempatnya sambil menyunggingkan senyum samar, "Aku udah bujuk tapi dia nggak mau, dia milih tinggal sama Hana,"

"Serius?" Raisa mengangguk dan menoleh kembali ke belakang, "Aku samperin Daehan bentar," lanjutnya melangkah ke arah Daehan namun, anak itu memilih masuk saat Canu baru dua langkah, Hana memberikan isyarat jika semua akan baik baik saja dan menyuruh keduanya untuk pergi saja.

"Sepertinya Daehan dalam keadaan tidak baik baik saja, apa kita nggak usah pergi aja? Mungkin aja dia pengen habisin waktu bareng kamu, beberapa hari ini kamu sibuk juga kan sampai cuma punya sedikit waktu sama Daehan,"

Raisa merasa tidak enak, namun dia juga khawatir dengan keadaan Daehan, kenapa dengan anaknya itu, kenapa tiba tiba, baru saja dia mengijinkan tapi kenapa sekarang seperti tidak suka melihatnya pergi.

"Bentar, kita keluar bentar aja ya, kamu juga ada yang mau diomongin kan? Dan sepertinya serius, jadi pergi sebentar aja ya, di deket deket sini juga nggak papa kan?" Raisa memberi solusi, dirinya juga tidak enak hati jika membatalkan janjinya padahal pria itu sudah berada di depannya ini.

BROKEN FAMILYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang