Yoo Karina-gadis cantik dan manja, yang menyimpan perasaan pada seorang lelaki tampan yang terkenal pandai bernama Lee Heeseung.
Namun, siapa sangka banyak perbedaan di antara mereka yang membuat perbedaan itu sulit untuk menyatukan mereka berdua.
P...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Akhirnya Karina bisa bernafas lega setelah melihat kekasihnya tertidur pulas. Heeseung berkata bahwa dirinya tak bisa tidur hampir dua hari karena memikirkannya. Takut terjadi hal buruk padanya.
Dipandangnya wajah letih sang kekasih yang kini memiliki lingkaran hitam di bawah matanya. Karina merasa sangat terharu dengan perjuangan Heeseung mencari keberadaannya.
Di usapnya lembut ujung hidung Heeseung yang runcing, hingga ia dibuat terkejut dengan kehadiran Nenek di belakangnya.
"Heeseung yang memintanya disini. Padahal sudah aku katakan bahwa aku akan tidur bersama Nenek."
"Katanya kau merindukan Heeseung? Kenapa ingin tidur dengan Nenek?" Tanya sang Nenek.
Karina menoleh menatap Nenek bingung sembari terus mengedipkan mata.
"Bangunkan Heeseung. Minta dia pindah ke kamar. Kau juga harus tidur ini sudah malam." Ucap Nenek lalu pergi.
Saat sudah dipastikan Nenek memasuki kamar, Karina dengan sedikit kasar membangunkan Heeseung. Memukul pipinya hingga membuat Heeseung memekik.
"Hmm, ada apa Karina?"
"Ayo pindah."
"Kemana?"
"Kamar. Ayo bangun sebentar, setelah ini kau boleh tidur lagi."
Heeseung terbangun masih dengan mata yang tertutup, Karina menuntunnya memasuki kamar.
Tak banyak bicara lagi, Heeseung langsung merebahkan dirinya di atas kasur, lalu di susul dengan Karina disampingnya.
Setelah gadis itu membalut tubuh mereka berdua dengan selimut.
"Selamat malam, Karina.." Lirih Heeseung lalu mendekap gadis itu, diakhiri dengan ciuman lembut pada keningnya.
"Selamat malam Heeseung." Balas Karina lalu menyusul Heeseung untuk tidur.
***
Sudah menjadi kebiasaan baru Karina untuk bangun lebih pagi semenjak ada disini. Heeseung masih terlelap, kentara sekali jika sangat kelelahan.
Saat keluar rumah, ia menampaki sang Nenek tengah sibuk membawa beberapa bingkisan kardus yang tak tahu akan dibawa kemana.
"Untuk apa itu Nek?"
"Aigoo! Kau sudah bangun rupanya. Ini untuk pernikahan di desa sebelah. Pernikahannya akan di rayakan besar-besaran sampai malam nanti. Jadi Nenek harus segera bersiap-siap." Ujarnya.
"Nenek mau pergi? Sendiri? Biar Heeseung yang mengantarmu, Nek."
"Tidak. Nenek akan pergi bersama orang tua Wonbin dan yang lainnya, mereka membawa mobil."