20

582 42 0
                                        

~FLASHBACK~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

~FLASHBACK~

Sudah menjadi kebiasaannya setiap pagi untuk datang menjemput sang kekasihnya. Namun pagi ini ia melihat sang Ayah yang masih ada dirumah Karina—belum mengantar Nyonya Park untuk bekerja.

"Oh Heeseung-ah, ini masih terlalu pagi untuk menjemput Karina." Ujar Nyonya Park yang nampak terkejut dengan kehadiran Heeseung. "Heeseung, kemari. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu."

Heeseung menurut ketika Nyonya Park menyuruhnya untuk duduk sebentar.

"Hari ini, kau tidak perlu lagi untuk menjemput Karina."

Heeseung mengedipkan matanya tak paham dengan perkataan majikannya.

"Heeseung-ah, sebenarnya banyak sekali yang ingin aku katakan padamu, tapi mungkin lain kali saja. Hari ini, aku sudah menyuruh Jeno untuk mengantar Karina ke kampus. Ya itu juga bisa meringankan beban mu selama ini. Setidaknya kau bisa lebih bebas tanpa Karina." Ujarnya.

Saat mendengar nama Jeno yang di sebutkan, Heeseung langsung paham apa yang di maksud dari majikannya. Mungkin Nyonya Park khawatir jika melihat putri
semata wayangnya setiap hari harus pergi dengan motor milik Heeseung.

Beban? Heeseung tidak pernah beranggapan Karina sebagai bebannya.

Tak bisa menolak, Heeseung hanya mengangguk setuju. Jika dipikir Karina juga lebih nyaman jika bersama Jeno. Walaupun Heeseung masih belum mengenal dekat pria itu, ia tahu bahwa Jeno dengan senang hati akan menjaga Karina. Bahkan untuk cemberut dengan Jeno 'pun rasanya Heeseung tidak berhak.

Heeseung mengemudikan motornya berkeliling memutari kota. Hari masih terlalu pagi untuk pergi ke kampus, daripada Heeseung harus terdiam dengan semua perkataan negatif di kepalanya, ia memutuskan untuk menenangkan diri.

Sampai ia terhenti di sebuah sungai kecil, di seberang sana terdapat ilalang yang tumbuh liar menari-nari tertiup angin.

Sangat tenang dan menyejukkan. Jika ia datang bersama Karina sudah pasti gadis itu akan senang melihat pemandangan yang indah ini.

Di pandangnya jam tangan cokelat pemberian Karina saat itu. Jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, biasanya saat ini Heeseung sedang menunggu kekasihnya menghabiskan sarapannya. Setelah itu baru mereka akan pergi bersama.

Namun saat in Heeseung tidak tahu, apakah Karina sudah bangun dari tidur nyenyaknya? Atau mungkin Jeno sudah mengingatkannya untuk sarapan?

Heeseung juga tidak tahu akan bertahan berapa lama hubungannya dengan Karina. Apakah semuanya akan semudah itu jika mereka mengungkapkan hubungan keduanya pada orang tua mereka? Heeseung rasa situasinya saat ini tidak tepat itu.

Lamunannya buyar saat ponsel miliknya berdering nyaring. Karina mencoba menghubunginya. Bukan hanya sekali, namun berkali-kali. Heeseung sudah mengira pasti gadis itu mungkin saat ini tengah gelisah karena dirinya yang tak kunjung datang menjemputnya.

ONE HEARTS (DDEUNGROMI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang