Yoo Karina-gadis cantik dan manja, yang menyimpan perasaan pada seorang lelaki tampan yang terkenal pandai bernama Lee Heeseung.
Namun, siapa sangka banyak perbedaan di antara mereka yang membuat perbedaan itu sulit untuk menyatukan mereka berdua.
P...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Heeseung membalikkan posisi Karina tanpa mencabut tautan pusat tubuh mereka. Membuat Karina berada di bawahnya, munungging sangat seksi.
Heeseung menggempurnya tanpa ampun dengan sangat liar. Kedua tangannya menekan kuat-kuat pinggul Karina yang memerah. Sedangkan Karina menjerit kencang, satu tangannya meremas kuat pergelangan tangan Heeseung, satunya lagi ia gunakan untuk menumpu tubuhnya.
Heeseung akan keluar, sejenak ia berpikir egois ingin mengeluarkannya di dalam, karena ini begitu nikmat untuk di cabut begitu saja. Namun hal itu ia urungkan saat spermanya sudah hampir berada di ujung, Heeseung mencabut miliknya hingga cairan itu meleber di atas pantat gadisnya.
Nafas mereka tersengal bahkan wajah keduanya memerah. Setelah Heeseung membersihkan cairannya ia menindih Karina, menghadiahkan satu kecupan pada pipi mulusnya.
***
"Ikannya bagus, tapi aku lebih suka Seungie." Ucapnya sembari menunjuk ikan cupang milik Heeseung yang berwarna biru muda dengan ekor yang sangat cantik.
"Hmm.. jika kau mau, kau boleh mengambilnya." Ucapnya membuat Karina girang.
Mereka berbaring di atas ranjang menghadap ke kiri—memandang ikan milik Heeseung yang berada di meja belajarnya. Heeseung merangkul tubuh telanjang gadisnya sembari mencium wangi rambut panjangnya.
"Heeseung, kita belum memiliki nama untuk ikanmu yang baru."
"Mmm.. terserah kau akan memberinya nama siapa."
"Bagaimana dengan Nabluu? Biar kau selalu ingat denganku ketika melihatnya."
Lee Heeseung terkekeh, kembali menghadiahi gadis itu dengan ciuman. Ah, saat ini lelaki itu tengah candu mencium Karina rupanya.
"Tanpa harus melihat Nabluu 'pun aku selalu mengingatmu, Yoo Karina.."
"Kau sudah mengalir deras bersama darah yang ada pada tubuhku. Kau juga ada di hatiku, dipikiranku. Ah, intinya kau menyebar luas di dalam tubuhku." Ujar lelaki itu.
Karina yang mendengarnya malu sendiri dengan perkataan kekasihnya. "Hentikan, Heeseung."
"Kau malu?"
Ia mengangguk kecil menutupi wajahnya dengan tangannya. Dan Heeseung yang gemas memeluknya erat bahkan tak ingin lepas.
"Heeseung.."
"Hmm?"
Gadis itu mendongak menatap paras Heeseung yang tegas kini tengah memejamkan matanya. "Sampai kapan kita akan seperti ini?" Tanya gadis itu.
Heeseung mendesah pelan, paham kemana arah pembicaraan gadisnya. Padahal baru saja ia merasa tenang dengan perkataan Jeno, namun kali ini Karina memancingnya lagi.
Perlahan ia membuka mata mendapati gadisnya kembali menekuk bibirnya. "Setidaknya biarkan Ibuku dan Ayahmu tahu tentang hubungan kita." Ucap gadis itu lagi.