Yoo Karina-gadis cantik dan manja, yang menyimpan perasaan pada seorang lelaki tampan yang terkenal pandai bernama Lee Heeseung.
Namun, siapa sangka banyak perbedaan di antara mereka yang membuat perbedaan itu sulit untuk menyatukan mereka berdua.
P...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Siang hari yang terik sama panasnya dengan hati Heeseung. Ia melangkah gontai sembari tersenyum pahit menghadapi kenyataan yang tak ia harapkan.
Yoo Karina, gadis yang ia cintai ternyata membohonginya. Lucu sekali ketika Heeseung mendengar alasan bahwa Karina tidak ingin dirinya tersakiti. Namun mendengar alasan bahwa ini dari bibir orang lain, membuat Heeseung berkali lipat lebih hancur.
Ia baru saja keluar rumah dari Karina. Nyonya Park memanggilnya, menceritakan semua permasalahan tanpa ada yang tertutupi sedikitpun. Dan yang lebih membuat Heeseung pedih, ketika seorang Nyonya Park yang penuh dengan kewibawaan kini bersujud memohon Karina untuk kembali. Hal itu membuat hati Heeseung teriris, mengingatkannya pada mendiang sang Ibu.
"Jangan terlalu dipikirkan. Lagipula Karina juga menolak." Ucap Jeno yang datang menghampirinya, lalu menepuk bahunya yang kini mengendur lemas.
"Bagaimana denganmu, hyung?"
"Aku? Kenapa?"
"Apa kau juga tidak menginginkan Karina?" Heeseung bertanya dengan penuh gairah. Apakah benar perhatian Jeno selama ini pada Karina tidak melibatkan secuil perasaan?
Dan Jeno terbungkam dengan bibir bergetar. Ia hanya bisa mengusap wajah kasarnya, berusaha mengalihkan perhatian Heeseung pada pembicaraan lain. Namun Heeseung dengan gencar menyerangnya penuh dengan penekanan.
"Hyung, jawab aku..." Suara beriton kini melemah. Jeno menjadi iba melihat sosok yang biasa tangguh kini nampak lemah dengan mata berkaca-kaca.
Dalam situasi semacam ini, Jeno tidak ingin mengaku tentang perasaannya. Tidak ingin memperkeruh keadaan dengan mengedepankan keegoisannya.
"Tidak. Aku tidak pernah mencintai Karina sebagai wanita. Dia adikku Heeseung, aku juga sedang berusaha menolak perjodohan ini pada keluargaku." Ucapnya meyakinkan Heeseung.
Dan Heeseung merasa jika Jeno kembali berdusta.
Heeseung lelah untuk di bohongi lagi, setelah terasa jelas Heeseung beranjak pergi, menemui kekasihnya di Daegu.
***
Sore hari yang cerah, Karina membantu sang Nenek menyiram bunga-bunga di halaman rumahnya. Di temani Nana dan Wonbin yang asyik sendiri bermain beberapa keping puzzle di teras rumah.
"Wonbin-ah, Nana-ya ada apa?" Tanya Karina yang kini menghampiri keduanya yang tengah berdebat.
"Eonnie, Wonbin nakal sekali! Dia merebut puzzle milikku!" Kesal Nana sembari menunjuk Wonbin yang tak kalah kesal.
"Aku tidak merebutnya, Nana!"
"Kau mengambilnya dengan paksa!" Teriak Nana.
"Aku hanya meminjamnya!"
Mereka berdua terus beradu mulut membuat Karina pening. Ternyata jika bersama anak kecil itu sangat menguji kesabarannya. Namun semua itu terasa sedikit menyenangkan, membuat suasana di rumah terasa lebih berwarna.