37

303 36 2
                                        

Karina terduduk lemas di atas ranjang, ia sudah mengganti pakaian yang basah dengan baju hangat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Karina terduduk lemas di atas ranjang, ia sudah mengganti pakaian yang basah dengan baju hangat. Tak lama kemudian Heeseung yang masih bertelanjang dada dan celana yang basah itu datang membawa segelas susu hangat untuk Karina.

"Minumlah."

"Terimakasih."

Suasana begitu canggung, banyak hal yang ingin Heeseung tanyakan namun ia tak mampu membuka mulutnya.

"Kau tak kedinginan?" Tanya Karina.

Pria itu menggeleng. "Tidak."

Dan Karina tahu jika Heeseung berbohong.

"Ambil baju di lemari itu."

"Tidak perlu, Karina."

"Heeseung... kau juga harus menghangatkan tubuhmu." Lirih Karina membuat Heeseung merasa tersentuh. Karina masih mengkhawatirkannya. Sebenarnya ada rasa tak enak hati, namun Heeseung tak bisa mengolak ketika Karina memaksa.

Rasanya begitu familiar melihat Heeseung keluar dari kamar mandi. Mengusap rambutnya dengan handuk. Debaran itu datang lagi menghangatkan rongga dada Karina, keadaan yang sama dengan beberapa tahun silam. Saat Heeseung berani menerobos hujan hanya untuk menemuinya.

Hanya saja Karina baru tersadar bahwa hubungan sudah berakhir sejak lama. Ada perasaan yang harus Karina jaga, dan tak semudah itu memaafkan Heeseung yang telah menghancurkan hidupnya.

"Ada apa, Yoo Karina?"

"Setelah ini, pergi dari sini."

Heeseung mengernyit heran. Karina kembali terlihat sangar.

"Tidak baik malam hari di rumah wanita yang bersuami."

Sayangnya Heeseung sudah tahu semuanya.

"Aku akan disini menunggu Jeno."

Yoo Karina gelapan, memandang Heeseung nyalang. "Jeno oppa, sedang di luar kota. Dia tak tahu akan pulang kapan. Jadi kumohon pergi dari sini. Aku gak ingin membuatnya berpikir bahwa kita ada hubungan lagi. Aku tidak ingin menyakiti suamiku."

Lee Heeseung tersenyum tipis lantas duduk di tepi ranjang dan menatap Karina.

"Hentikan. Aku sudah tahu semuanya, Yoo Karina."

"A-apa maksudmu?"

"Aku mengikutimu sore tadi." Ucap Heeseung-menarik tubuh Karina lalu mendekapnya.

"Heeseung, apa yang kau lakukan? Lepaskan!"

"Sst... diam. Menangislah. Lepaskan semua yang menumpuk di hatimu." Ucap Heeseung membuat Karina berdesir seketika.

Cairan bening itu mulai bergumul di pelupuk mata Karina, dan jatuh hanya dengan sekali kedip. Isakan yang ia tahan kini lolos sudah. Yoo Karina meremas kuat kaos yang Heeseung kenakan, menenggelamkan kepala pada dada bidang yang selalu menjadi sandarannya dulu.

ONE HEARTS (DDEUNGROMI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang