Yoo Karina-gadis cantik dan manja, yang menyimpan perasaan pada seorang lelaki tampan yang terkenal pandai bernama Lee Heeseung.
Namun, siapa sangka banyak perbedaan di antara mereka yang membuat perbedaan itu sulit untuk menyatukan mereka berdua.
P...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Heeseung sangat kesal pada kekasihnya. Karina masih sama egoisnya seperti dulu. Harus berapa kali Heeseung jelaskan, namun gadis itu masih saja tak mengerti.
Sebenarnya ia merasa bersalah harus meninggalkan Karina dalam keadaan hancur. Ia mendengar dengan jelas betapa pilunya Karina memanggil namanya.
Entahlah Heeseung tidak tahu, harus bagaimana lagi memberi Karina pengertian. Yang pasti untuk saat ini Heeseung butuh waktu untuk sendiri. Mengendalikan emosi yang mulai memanas.
***
Seperti biasa Heeseung kembali menjemput kekasihnya untuk pergi ke kampus. Namun hal itu ia urungkan ketika melihat mobil Jeno terparkir di halaman rumah Karina. Dilihatnya Nyonya Park juga masih berada di rumahnya.
Jika sudah begitu, tentu Heeseung tahu jika Karina akan di antar oleh Jeno. Ia memutar setir, memutuskan untuk pergi sendiri ke kampus. Sekaligus ia ingin Karina tahu bahwa Heeseung masih kesal padanya.
Heeseung melangkahkan kaki memasuki kelas, sudah bosan menunggu Karina yang tak kunjung datang. Ia melirik jam tangan di lengannya, lima menit lagi kelas akan di mulai dan Karina masih tak menampakkan dirinya.
Menyingkirkan rasa gengsi, Heeseung berkali-kali menghubunginya. Namun tak satupun panggilan Heeseung terjawab.
"Apa mungkin Jeno Hyung membawa Karina membolos?" Gumamnya.
. . . . .
Setelah hampir seharian kehilangan fokusnya, sore hari Heeseung menyempatkan mampir ke rumah Karina. Rumah yang nampak sepi, hanya ada Bibi Yang—yang tengah membersihkan taman.
"Heeseung-ah!" Panggil Bibi Yang pelan menyuruh Heeseung untuk mendekat. "Karina bersamamu?" Tanyanya.
"Tidak. Memangnya ada apa, Bibi?"
"Kau bercanda, ya?"
"Jika Karina bersamaku tak mungkin aku mencarinya kemari." Ucap Heeseung.
Mata Bibi Yang membola begitu juga dengan Heeseung yang kini tersentak melihatnya.
"Bibi, ada apa?" Tanya Heeseung panik.
"Heeseung, semalam Nona Karina tidak pulang, Nyonya Park mengira ia tengah kabur ke rumahmu lagi." Ujar Bibi Yang.
"Sekarang dimana Karina?"
"Belum kembali."
Heeseung lemas mendengarnya. Terakhir kali mereka bertemu saat Heeseung meninggalkannya menangis, dan setelah itu Karina menghilang entah kemana. Rasanya ia benar-benar sangat menyesal telah berbuat buruk pada gadisnya. Bahkan saat itu Heeseung juga menyentaknya.
Heeseung bingung, otaknya seolah buntu tak mampu berpikir kemana akan mencari Karina. Yang ia lakukan hanya berjalan pergi entah kemana, berharap Karina dalam keadaan baik-baik saja.