Yoo Karina-gadis cantik dan manja, yang menyimpan perasaan pada seorang lelaki tampan yang terkenal pandai bernama Lee Heeseung.
Namun, siapa sangka banyak perbedaan di antara mereka yang membuat perbedaan itu sulit untuk menyatukan mereka berdua.
P...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dua tahun kemudian.
Lee Ji-hoon, balita yang lucu dan menggemaskan itu kini mengoceh sembari berdiri di balik jendela. Ia menatap kucing yang bermain di halaman rumahnya.
Heeseung datang dengan sebuah biskuit favoritnya membuat Ji-hoon tersenyum sumringah.
"Bagus, kau sudah tau ini enak, ya?"
"Eomma~"
"Eomma? Ibumu tidak ada. Ibu masih bekerja, Ji-hoon bersama Paman disini." Ucap Heeseung lalu mengangkat tinggi tubuh kecil itu dan mendudukkan Ji-hoon di sofa.
"Ji-hoon, coba panggil Ayah."
Ji-hoon tak merespon, malah asyik mengunyah biskuit gandum itu.
"Huh, kau sama saja seperti Ibumu. Susah menerimaku." Ocehnya pada balita berumur dua tahun itu.
"Ji-hoon, apa Paman tidak bisa jadi Ayahmu? Paman sangat menyayangimu dan Ibumu."
"Huh, orang gila mana yang berani curhat pada bayi?" Aeri datang dan melempar tasnya asal.
"Kau datang rupanya."
"Kenapa kau tidak berusaha? Kau kan pria. Apa susahnya menyatakan cinta. Tidak becus!" Kesal Aeri.
"Karina selalu menghindar ketika aku ingin berkata serius."
Aeri mengambil Ji-hoon pada rangkulan Heeseung, mencium bocah itu dengan gemas.
"Itu karena kau berkata tidak dengan hati."
"Sudah. Aku mengatakannya dengan sepenuh hatiku."
"Ciuh, kau sangat payah!"
Dan Heeseung benci mendengar kata itu.
"Dulu Karina memiliki banyak cara untuk mengajakmu berkencan. Kau tidak sekreatif Karina."
Heeseung terdiam sejenak kembali memutar memori beberapa tahun silam. Ia menjentikkan jari ketika mendapat ide untuk rencananya.
"Apa?" Tanya Aeri bingung.
"Aeri, bantu aku sebentar untuk menjaga Ji-hoon." Ucapnya lalu pergi membawa mobil Aeri entah kemana.
.
.
.
.
.
Dua setengah jam berlalu, Heeseung masih belum kembali. Tiga puluh menit lagi Karina akan pulang, dan Aeri masih tak tahu apa rencana Heeseung hari ini.