Yoo Karina-gadis cantik dan manja, yang menyimpan perasaan pada seorang lelaki tampan yang terkenal pandai bernama Lee Heeseung.
Namun, siapa sangka banyak perbedaan di antara mereka yang membuat perbedaan itu sulit untuk menyatukan mereka berdua.
P...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Semilir angin menerpa wajah cantik alami milik Yoo Karina. Heeseung mengemudikan mobil perlahan saat melewati kawasan perkebunan yang teramat sangat Karina rindukan.
Suasana yang masih sama, bahkan rasanya Karina kembali pada masa-masa saat Heeseung dulu. Dimana ia berdua dengan Heeseung, menggunakan motor butut milik Heeseung dan melewati jalanan yang cantik ini.
Terkadang mereka berhenti hanya untuk mengambil gambar dengan ponsel Karina. Semua perasaan itu kembali mengalir pada dirinya. Kembali ke Daegu, perlahan mengingatkannya pada kenangan-kenangan itu membuat Karina terjebak dalam memori masa lalunya.
Saat melewati jalan setapak, Karina semakin dibuat menggelitik tak sabar sekali untuk segera sampai di rumah Nenek. Heeseung menghentikan mobilnya pada sebuah rumah yang nampak asing bagi Karina, namun halaman rumahnya dengan kebun strawberry masih terlihat begitu familiar.
"Heeseung, ini rumah siapa?" Tanyanya dengan heran.
"Coba turun dulu, dan lihatlah."
Karina membuka sabuk pengaman, dan turun dari mobil. Mengedarkan pandangannya kesana kemari, mencari sebuah jawaban.
Dan disaat itu pula, wanita tua berjalan keluar rumah kini nampak terkejut bukan main saat melihat cucu kesayangannya datang dengan seorang wanita yang sangat ia rindukan.
Yoo Karina yang sadar itu lantas berlari menghampiri Nenek yang kini berteriak girang memanggil namanya. Tak memperdulikan Heeseung yang terus mengomel-menyuruh Karina untuk berhati-hati.
"Yoo Karina? Kau Karina?" Tanya Nenek berkali-kali memastikan. Wanita tua itu sangat bahagia melihat cucu gadisnya kini tumbuh dewasa, dengan seorang bayi di dalam kandungannya.
"Aku merindukan Nenek." Balas Karina sembari memeluk sang Nenek dengan erat.
"Nenek juga merindukanmu, kemari masuklah." Ucap Nenek sembari membawa Karina ke dalam rumah.
Pemandangan yang membuat hati Heeseung ternyuh, lekas ia membawa koper milik Karina lalu memasuki rumah Nenek.
Han-min terkejut bukan main ketika sang putra nekat membawa Karina. Selepas menyapa Karina, ia menyeret sang putra untuk menjauh.
"Heeseung, kau sudah meminta izin kepada keluarganya?"
Heeseung menghela nafas berat. "Meminta izin pada siapa? Dia sudah tidak memiliki siapapun di dunia ini."
"Apa maksudmu Heeseung?"
Dan begitu sabarnya Heeseung menjelaskan semua kehidupan Karina pada sang Ayah. Semua kenyataan itu membuat hati Han-min teriris. Karina yang dulu hidup penuh kemegahan, kini sebatang kara penuh penderitaan.
"Lalu Karina tinggal bersama siapa di Seoul?"
"Sendiri. Terkadang adik iparnya datang untuk melihat keadaan Karina."