42 (end)

391 29 3
                                        

Cahaya menyilaukan itu membuat sepasang mata di buat terpukau ketika Yoo Karina memasuki ruangan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Cahaya menyilaukan itu membuat sepasang mata di buat terpukau ketika Yoo Karina memasuki ruangan. Cantik, berkali lipat lebih cantik. Heeseung sampai menganga melihatnya.

Calon istrinya tersenyum begitu manis. "Aku lupa membawa kacamata." Bisiknya kecil mengambil jemari Karina untuk di rangkul pada lengannya.

"Untuk apa? Kau sudah tampan begitu."

"Aku takut buta melihat kecantikanmu yang begitu menyilaukan."

Di saat seperti ini 'pun, Heeseung masih sempat menggodanya.

"Aku dengar tadi kau hampir pingsan?"

"Kata siapa? Mereka hanya mengarang cerita saja." Heeseung tak kalah malu menutup aibnya.

Suasana kini berganti begitu tenang dan penuh haru ketika memasuki inti acara. Lee Heeseung dengan lantang mengucap sumpah janji sebagai suami yang akan selalu menjaga Karina dan Ji-hoon. Parasnya kini tegas penuh keyakinan bahwa ia tidak akan mengkhianati janjinya.

Di susul dengan Karina yang kini teramat bahagia bisa mewujudkan satu-satunya impian yang ia punya, menjadi istri Lee Heeseung.

Saat janji telah diucapkan tepukan riuh para tamu undangan mengiring ciuman mesra pada sepasang suami-istri itu.

Sang Nenek menangis terharu melihat kebahagiaan cucu kesayangannya bersanding dengan perempuan yang Heeseung cintai sedari dulu.

***

Seusai acara, mereka kembali ke apartemen Heeseung. Yoo Karina baru selesai membersihkan diri kini membantu Aeri dan Nenek yang tengah membereskan beberapa barang yang mereka bawa.

"Kenapa disini? Kau harusnya tidur Karina." Ujar Aeri-merampas tas yang berisikan perlengkapan Ji-hoon.

"A-aku, aku akan mengurus Ji-hoon dulu. Sepertinya dia belum mandi."

"Ji-hoon sudah mandi, Yoo Karina."

"Eoh?"

"Cepat masuk kamar dan tidur."

"Aku belum mengantuk, Aeri. Aku ingin bermain dengan Ji-hoon dulu sebentar."

Yoo Karina mengambil Ji-hoon yang berada di gendongan Jake. Entah kemana ia membawa bayi itu keluar, menggendong sembari menggoyang-goyangkan tubuh kecilnya.

"Karina, mau kemana?"

"Menidurkan Ji-hoon."

"Biar aku saja, sini." Jake mendekat berniat mengambil Ji-hoon, namun Karina melarangnya.

"Kau istirahat saja, biar Ji-hoon jadi urusanku." Langkahnya menjauh meninggalkan Jake yang terpaku.

Heeseung datang dengan penampilan lebih segar, bau sabun menyeruak membuat Jake tersadar jika ada seseorang dibelakangnya. "Lihat istrimu lebih sayang anak daripada suami."

ONE HEARTS (DDEUNGROMI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang