27

408 33 0
                                        

Sudah hari ke empat Karina tak kunjung memberi kabar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sudah hari ke empat Karina tak kunjung memberi kabar. Jeno tak tahu lagi harus bagaimana, dan saat ini Heeseung 'pun sama. Tak bisa di hubungi.

Jeno benar-benar sangat letih. Wajahnya lesu berhari-hari karena tak bisa tidur. Karina terus memenuhi isi kepalanya. Setiap malam ia merapatkan tangan, berdoa bahwa gadis tu akan kembali dalam keadaan baik-baik saja.

"Jika tidak ingin dijodohkan jangan di paksa. Menyusahkan sekali!" Sindir Aeri yang kini melewatinya dengan membawa segelas susu.

"Jangan mulutmu, Aeri!"

Aeri berbalik dan tersenyum kecut. "Apa aku salah? Tidak 'kan? Jelas-jelas gadis itu menolak, dan kalian masih terus memaksanya. Ck."

Tak bisa di pungkiri juga memang benar adanya. Jeno terdiam, membantah 'pun tak ada gunanya.

"Gadis murahan. Kau hanya dijadikan pemuas nafsunya." Bisik gadis itu hingga membuat emosi Jeno menguap.

"Lee Aeri! Sekali lagi kau menghina Karina, aku tak akan segan menamparmu!"

Lee Aeri hanya melirik sinis, tangannya gemetar mendengar perkataan Jeno yang begitu memecut hatinya. "Ya. Terus bela si jalang itu. Dari dulu kau memang lebih menyayanginya daripada aku, adik kandungmu. Ck, aku membencimu!" Kesal Aeri lalu menghentakkan kakinya pergi, tak memperdulikan susu yang tumpah karenanya. Memasuki kamar dan membanting pintunya dengan kencang, membuat Jeno bertambah pening melihatnya.

.
.
.
.
.

"Paman, apa Heeseung sudah kembali?" Tanya Jeno yang kini berada di kediaman rumah Karina.

"Belum. Aku berharap semoga Nona Karina benar-benar berada disana." Balas Lee Han-min.

"Heeseung belum memberi kabar?"

Han-min menggeleng. "Disana sinyal sangat susah, karena daerahnya memang pelosok."

Daerah pelosok di Daegu? Tidak mungkin Karina melarikan diri sampai kesana. Jeno malah berpikir Karina bersembunyi sebuah hotel kota ini.

"Jika sampai besok Heeseung tidak kembali, Paman bisa mengantarku kesana?"

"Dengan senang hati."

***

Heeseung masih tertidur pulas, namun gadis di sampingnya nampak sibuk sendiri. Mencoret sebuah pensil berwarna hingga menghasilkan karya seni yang sederhana dan terlihat lucu.

Akhir-akhir ini, Karina mencoba belajar menggambar. Dengan peralatan seadanya yang ia beli bersama Nenek, Karina dapat membuat berbagai macam mahakarya yang begitu lucu kata Nenek.

Saat ini, ia mencoba menggambar Heeseung yang masih terlelap begitu tampan. Setelah menghabiskan kegiatan panas, mereka tertidur tanpa sehelai benang dan hanya menutupi tubuh dengan selimut berwarna senada dengan sprei.

ONE HEARTS (DDEUNGROMI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang