Malam mencekam kini terasa sangat melelahkan. Setelah mendapatkan telepon dari Aran, Gracia langsung memberikan perintah kepada Kami no Kage untuk bergerak melanjutkan misi mereka.
"Pokoknya gue gamau tau. Gimana caranya lo dan pasukan lo selesain permasalahan si Jeno-Jeno itu dan juga lo bunuh siapapun yang menapatkan informasi rahasia gue!", bentak Gracia melalui sambungan telepon.
"Ok, laksanakan", Aran mengkonfirmasi perintah dan menyudahi telepon tersebut.
Setelah itu, Gracia bergegas memanggil Chelsea dengan penuh amarah.
"Chelsea sekarang kita bergerak. Gue mau abisin si Marsha".
"Baik nona. Bagaimana rencana yang ingin nona lakukan?".
"Udah kamu ikut saya. Kita ketemu orang yang punya dendam juga dengan Gito dan Marsha".
Perbincangan itu disudahi keduanya. Lalu mereka mereka melanjutkan dengan menuju kesuatu tempat. Entah apa yang akan dilakukan wanita ini. Kini ia sudah dipenuhi dengan amarah, iri, dan dengki. Hanya ada satu tujuannya. Ingin membuat Gito menjadi miliknya dengan seutuhnya tanpa ada orang lain yang mengganggu. Ambisi ini membuat ia hancur mentalnya dari dalam.
Disisi lain, Aran kini mengumpulkan timnya. Kelima pasukan terlatih dibawah Aran telah berkumpul. Kini Aran memberikan arahan kepada timnya.
"Lyn, ikut saya. Lalu, Lio pimpin Ello, Indra, dan Rasya untuk selesaikan misi menghabisi Jeno". Perintah Aran kepada timnya dan dibalas dengan anggukan mengerti oleh semuanya.
Ya, ini adalah sosok asli dari Kami no Kage. Mereka telah kehilangan Carrie yang gugur saat pengejaran Feni dan kawan-kawan. Kini tersisa mereka yang akan meneruskan misi. Mereka adalah tim bayangan yang menjadi andalan keluarga Gracia. Lio dan Lyn bisa dibilang setara dengan Aran untuk kemampuannya. Lalu anggota lain juga tidak kalah kuatnya. Kini mereka juga sudah dipenuhi dengan amarah karena baru kali ini mereka merasakan kesusahan untuk menyelasaikan misi hingga menelan korban dari tim mereka.
Kami no Kage ini sama kuatnya dengan Gito. Terbukti dari sang ketua yang berhasil menyeimbangi Gito malah hampir mengalahkannya. Penuh ambisi untuk membunuh, Aran dan tim bergerak menuju tujuannya masing-masing.
Kembali kepada Gracia. Kini ia bersama Chelsea sudah sampai disuatu tempat yang dipenuhi dengan pasukan yang memperhatikan kehadiran keduanya. Tak lama dari itu, kedua sosok yang dicari oleh mereka muncul. Ternyata Gracia mendatangi Zean dan Ashel untuk mengajak bergabung dan membantu memenuhi keinginannya.
"Nona Gracia. Kami merasa terhormat loh atas kedatangan anda ditempat kami yang sederhana ini. Ada yang bisa kami bantu", Ucap Ashel dengan diakhiri oleh senyuman khasnya.
"Gaperlu banyak basa-basi. Saya ingin kalian bantu saya. Habisi orang ini", Gracia menjawab sekaligus menunjukan foto Marsha,
"Loh, kenapa jadi Marsha? Apa hubungannya anda dengan dia?", Zee terkejut akan hal itu.
"Ga perlu tahu. Pokoknya kalau berhasil, 1 Milyar akan jadi milik kalian dan jalur pergadagangan Indonesia-Jepang akan kita bagi sama rata".
"Udah sayang, ini tawaran yang menarik. Kamu dendam juga kan sama cewe itu? Kamu ga lupa kan dia yang buat kamu kecewa dan terluka", rayu Ashel sembari memeluk mesra Zee.
"Baiklah kita terima kerjasama ini. Jadi gimana rencananya?".
"Bawa perempuan itu kehadapan saya".
"Kami yakin perempuan itu dijaga ketat".
"Terserah kalian untuk sisanya. Pokoknya Marsha saja yang saya inginkan".
"Baiklah, Kami bergerak sekarang. Nanti kita kabari lagi".
KAMU SEDANG MEMBACA
ELEGI SENANDIKA | AU Gita Sekar Andarini
RomanceCerita ini adalah Perjalanan terjal penuh liku dalam kehidupan Gito Senandika Andari. Apakah ia akan menyelesaikan konflik batinnya? Apakah ia bisa mencapai kebahagiaan? . . .
