Chelsea telah sampai dibelakang rumah bersama orang yang menyerang Gito sebelumnya. Bukannya bertarung, justru pria itu diberikan amplop cokelat oleh Chelsea dan lanjut berlari. Chelsea memberikan kode melalui chat kepada Gracia kalau sang penyerang itu telah pergi.
Disisi dalam rumah, Gito kini sedang diobati oleh Gracia. Lalu setelah itu Gracia mengecek ponselnya dan melihat pesan dari Chelsea.
"Ada apa ci?", Gito bertanya kepada Gracia.
"Maaf Git, yang menyerang kamu berhasil kabur. Chelsea gagal menankapnya".
"Oh iya gapapa kok ci. Ga ada yang ilang juga kok kayanya. Dia mengincar aku doang".
"Kamu ngomong apa sih. Ngapain juga orang itu ngincer kamu Git".
"Iya ci belakangan ini aku lagi menyelidiki sesuatu".
"Apa itu kalo aku boleh tau?".
Akhirnya dengan kesadaran penuh Gito menceritakan segalanya. Ia tak lupa juga memberitahu kalau ada bukti yang mengarah ke keluarga Shota yang menjadi tersangka utama kecelakaan keluarga Hibiki. Gracia sedikit terkejut dengan akan hal itu.
"Terus gimana Git? Apa kamu percaya kalau ayahku jadi bagian yang mencelakai keluarga Shani?", Gracia sedikit menekan Gito.
"Tenang ci, tenang. Aku gabakalan percaya gitu aja kok. Kalu aku percaya, aku gabakal ngobrol sama kamu kan ci. Aku udah anggep kamu saudaraku ci".
"Aku mau kamu seutuhnya Gito. Bukan hanya sebatas ini saja", Gracia berbicara dalam hati atas kegundahanya karena pernyataan dari Gito.
"Ci, kok diem?".
"Eh, iya gapapa kok Git. Yaudah mending sekarang kamu ikut aku. Jaga-jaga kalau ada serangan lanjutan".
Setelah itu akhirnya Gito ikut dengan Gracia. Mereka berdua bersama menuju ke hotel tempat Gracia selama di Indonesia. Keduanya kini berjalan bersama dengan bergandengan tangan. Tak begitu lama akhirnya mereka beristirahat dikamar Gracia. Keduanya kini bercengkrama untuk melepas kepenatan setelah pertarungan sebelumnya.
"Oiya bentar ya Git, aku mau bicara sama Chelsea dulu untuk urusan bisnis".
"Okey ci. Aku istirahat disini aja gapapa ya ci".
"Anggap aja ini juga kamar kamu".
Setelah itu Gracia pergi kekamar Chelsea. Ternyata didalam kamar itu tidak hanya Chelsea. Ada orang lagi yang sedang duduk disana. Chelsea menyambut Gracia dan mengajak untuk duduk.
"Nona Gracia. Apa kabar?".
"Tim bayanganmu tidak berguna. Justru buat semuanya berantakan", kesal Gracia.
"Santai aja nona. Kami masih berusaha mengejar Jeno dan Feni".
"Pokoknya bikin semua bukti yang mengarah ke gue ilang. Urusan tambahan tadi udah selesai dan juga jangan lupa awasin terus si anak haram itu".
"Siap nona. Ternyata emang dunia itu sempit ya. Kita malah terikat dengan orang yang ada disekitar keluarga Shota".
"Diam kamu ARAN! Kamu ini hanya pembunuh bayaran. Gausah sok-sok akrab hanya karena kamu berteman dengan temannya Gito. Justru kamu harus berhati-hati dengan Dheo. Nanti kalau dia tahu malah buat semua berantakan".
"Tenang aja nona. Semua dalam kendali. Yaudah saya pamit untuk melanjutkan pekerjaan", Aran berdiri dan meninggalkan ruangan.
Kejutan kembali terjadi. Aran, orang yang dipercaya oleh sahabat Gito itu justru adalah bayangan yang membantu keluarga Shota. Kini Aran memimpin timnya untuk memburu Feni dan mengintai Marsha yang dilabeli dengan sebutan anak haram.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELEGI SENANDIKA | AU Gita Sekar Andarini
RomanceCerita ini adalah Perjalanan terjal penuh liku dalam kehidupan Gito Senandika Andari. Apakah ia akan menyelesaikan konflik batinnya? Apakah ia bisa mencapai kebahagiaan? . . .
