ELEGI SENANDIKA PART 30

235 23 5
                                        

Suasana mencekam terasa didalam apartemen Jeno. Ciko yang sedang naik pitam akan kehadiran Jeno mencoba menanyakan penjelasannya didepan Feni dan juga Hina yang berada disana, "Sekarang juga coba lo ceritain semuanya. Kenapa lo ngekhianatin kita waktu itu".

"Okay Cik, jadi gini~".

FLASHBACK

"Anjirlah kita bisa cepet sukses nih geng kita kalo emang terus kerjasama sama orang-orang Jepang ini", celetuk Ollan.

Ollan, Jesse, Ader, Ciko, Zean, merasakan kesenagan dengan kerjasama dengan keluarga Fujiko. Lain lagi dengan Jeno. Sebenarnya ia tidak suka. Saat didalam bar itu, Jeno terlihat diam saja tak menikmati seperti teman-temannya. Zean coba membuat Jeno lebih menikmati keadaan.

"Wey Jen. Masih gasuka lo kita kerja bareng orang-orang Jepang itu? Udahlah santai aja. Toh kan sejauh ini aman aja kan".

"Iya Jen. Nikmati aja lah. Toh juga kan akhirnya keluarga lo itu bisa menikmati kebahagiaan ini", timpal Ollan.

"Jen gue ngerti perasaan lo. Tapi ini yang terbaik buat kita sekarang. Kalau ada jalan lain pasti kita bisa ambil bersama kok. Intinya sekarang kita harus berjuang bersama dan diwaktu yang tepat kita bakalan lepas kerjasama dengan mereka", Ciko coba memberikan penjelasan yang sedikit membuat Jeno bisa menerima itu semua. Hinga akhirnya mereka menghabiskan malam bersama dengan bahagia.

Keseruan pertemanan mereka terus berkembang hingga mereka merasakan kesuksesan. Tapi suatu ketika, tiba-tiba Jeno yang sedang berjalan sendiri keluar dari bar setelah minum-minum dihampiri seseorang. Orang itu langsung menyapa Jeno.

"Jeno, boleh berbicara sebentar".

"siapa ya?".

"Kenalin saya Keenan".

Saat mendengar nama orang itu, Jeno masih tidak peduli. Dirinya terus menuju kearah motor untuk pergi.

"Sebentar Jeno. Saya punya penawaran menarik. Ini bisa membuat kamu kaya dan tidak perlu bekerja dibawah orang-orang Jepang itu lagi".

Ternyata, orang ini tahu kalau sebenarnya Jeno tidak suka bekerja dengan Fujiko Flames. Ia merasa tidak adil meski temannnya merasa bahagia. Pembagian keuntungan sebesar 30 persen itu masih terasa sangat berat sebelah. Apalagi Jeno dan teman-temannya itu memiliki resiko besar karena mereka statusnya penjahat di Negara sendiri dan besar kemungkinan tidak akan dibantu jika kedok mereka terbongkar aparat.

Selain itu juga ia ingin berhenti dari dunia jalanan karena istri dan anak-anaknya. Ia tidak ingin terus-terusan menjadi penjahat dan membuat keamanan keluarganya terusik. Hingga saat mendengar kalimat Keenan ia tertarik.

"Apa emangnya?".

"Jika kamu tertarik, ikut saya".

Akhirnya Jeno mengikuti Keenan. Hingga akhirnya mereka sampai disuatu rumah. Ternyata didalam juga sudah ada beberapa orang lainnya. Jeno diperkenalkan dengan rekan-rekan Keenan.

"Jeno kenalin ini rekan-rekan saya. Sisca, Cindy, Celino Tan".

"Jeno".

"Okay Jeno, sekarang saatnya saya menjelaskan rencana untuk membuat orang-orang Jepang itu merugi hingga pergi".

Keenan menjelaskan rencananya. Mereka akan mensabotase distribusi dari Jepang dan membuat mereka merugi. Lalu untuk keamanan dari teman-teman Jeno, hal itu akan dilakukan saat dipelabuhan karena itu bisa membuat kekacauan sehingga tim dari Jeno tidak bisa sepenuhnya disalahkan.

Rencana ini akan dilakukan saat waktu pengiriman barang selanjutnya yaitu 15 hari lagi. Jeno awalnya ragu. Namun saat memikirkan keluarganya ia setuju agar bisa cepat lepas dari dunia jalanan ini. Setelah itu akhirnya Jeno dan yang lain terus menyiapkan diri agar rencana mereka lancar.

ELEGI SENANDIKA | AU Gita Sekar AndariniCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang