Cinta tak bisa dipaksa. Jika rasa cinta justru mengganggu kehidupan itu hanya nafsu semata. Cinta yang terbaik adalah cinta yang tulus dan saling mengikhlaskan. Semua perjuangan yang dipenuhi rasa amarah dari Gracia berakhir dengan tragis. Kini tinggal kenangan yang tertanam dalam cerita masing-masing.
Malam perseteruan diakhiri hancurnya pasukan Fujiko di Indonesia. Tapi kesedihan masih terus berlanjut karena keadaan yang tersisa kini. Marsha tak sanggup melihat Gito yang menutup matanya dalam pelukan dirinya.
"Kak Gito! Kak bangun kak!".
Teriakan dari Marsha itu membuat semua langsung bergerak untuk menyelamatkan Gito. Beby bersama dengan Onel langsung memastikan keadaan dari Gito.
"Onel coba cek Gito! Kita harus bisa selamatkan dia".
Onel mengecek detak jantung dari Gito. Ternyata Tuhan masih sayang dengan Gito. Masih ada secercah harapan meskipun lemah rasanya.
"Gito masih ada! Kita harus cepat bawa dia kerumah sakit", teriak Onel yang langsung membopong Gito bersama dengan Ciko.
"Mah, kak Gito ma. Hiks hiks hiks", Marsha menangis dalam pelukan frieska.
"Tenang sayang. Semua pasti baik-baik saja sayang", Frieska coba menenangkan anak asuhnya tersebut.
"Ayo Gito, kamu kuat. Kamu bisa lewati ini semua Git", gumam Frieska sembari memberikan doa untuk Gito.
Tak lama akhirnya Gito dibawa kerumah sakit oleh Onel. Lalu Feni ditinggal sendiri bersama Gracia yang sudah tiada. Feni hanya terus memandangi wanita tersebut yang terpaksa ia habisi nyawanya. Ternyata Feni adalah sepupu dari Gracia. Ia dan keluarga sangat tidak setuju dengan apa yang dilakukan keluarga Fujiko. Padahal selama ini keluarga dari Feni itu sudah menjadi bayang-bayang organisasi Fujiko.
"Ge, aku ga nyangka akan jadi seperti ini akhirnya. Setelah kamu bersusah payah untuk menyingkirkan Shani bersama keluarganya. Namun hasilnya, justru kamu yang hancur".
Lalu Feni berjongkok didekat mayat Gracia dan lanjut bicara sambil menggenggam tangan Gracia, "Tenang Ge, semuanya akan ku akhiri dengan habisi semua Fujiko agar kematianmu menjadi berarti. Tak akan ku biarkan sahabatku mati begitu saja".
.
.
.
.
.
Gito kini langsung ditangani secara intensif. Dokter menyatakan kalau pasien kehilangan banyak darah dan juga memiliki luka tusuk yang lumayan membahayakan hidupnya. Selain itu ternyata pasien memiliki trauma di punggung yang masih membekas dan menjadi kambuh lagi. Sekarang pasien dalam penanganan untuk luka tusuk dan menstabilkan seluruh darah yang hilang.
Semua sedang dalam keadaan khawatir diruang tunggu. Saat menunggu, Marsha dan yang lain didatangi oleh Gracie, Greesel, dan juga Muthe bersama Indah. Indah langsung memeluk Onel disana dan melepaskan ketegangan karena Onel yang menghilang tanpa kabar.
"Kamu tega ninggalin aku gitu aja tanpa kabarin aku Nel", Indah kesal sambil meneteskan air mata dalam pelukannya bersama Onel.
"Maaf sayang, maaf ya. Tapi sekarang kan udah selesai. Aku janji kok akan terus disamping kamu", Onel coba menenangkan Indah.
Selain itu, Gracie juga Greesel langsung menghampiri Marsha yang sedang ditenangi oleh Frieska. Kedatangan dua perempuan tersebut membuat Marsha langsung memeluk keduanya. Tangis ketiganya membuat suasana semakin sendu.
"Kak Marsha aku kangen kakak, huhuhu", Gracie menangis karena rindu akan Marsha yang sudah seperti kakaknya juga.
"Iya sayang kakak juga kangen kok", Marsha berusaha tegar saat berada didekat kedua kakak beradik itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELEGI SENANDIKA | AU Gita Sekar Andarini
RomanceCerita ini adalah Perjalanan terjal penuh liku dalam kehidupan Gito Senandika Andari. Apakah ia akan menyelesaikan konflik batinnya? Apakah ia bisa mencapai kebahagiaan? . . .
