ELEGI SENANDIKA PART 37

134 25 1
                                        

Suara mobil mengiringi riuhnya ibukota. Setelah beberapa hari kejadian terakhir, akhirnya keberadaan dari Zean dan Ashel telah tercium. Mereka sedang bersiap untuk kabur keluar kota untuk menghilang. Sekarang mereka berada disebuat hotel kecil dipinggiran kota dekat pelabuhan. Ciko dan Onel yang sudah mengetahui informasi itu sedang bersiap setelah mengintai sebelumnya.

"Nel, lo beneran udah sehat? Luka lo parah kan kemaren".

"Aman Cik. Lagian urusan gue sama Zean belum selesai setelah dia ngelukain Indah kemaren", Onel geram dan membuang rokok yang telah ia hisap.

"Radio cek", Ciko coba berbicara melalui radio.

"Loud and clear Cik", sahut Beby di markas.

"Guys hati-hati ya", tiba-tiba Gito menimpali.

Onel semangat mendengar sahabatnya sudah siuman, "Ini Gito?".

"Iya Nel. Good luck buat kalian ya".

"Siap. Kita mulai misinya ya. Over".

Komunikasi antar mereka dan markas diselesaikan. Lalu keduanya saling melirik dan mengangguk kecil seakan saling memberi kode untuk mulai bergerak. Onel dan Ciko kini sampai di lobi hotel tersebut. Begitu tenang disana. Hanya ada meja resepsionis yang ditunggu oleh satu pegawai. Ciko dan Onel menghampiri resepsionis tersebut.

"Malam, selamat datang di Hotel IOI. Kalian ingin menyewa kamar atau sudah booking?".

Ciko langsung menjawab dengan apa yang sudah dipersiapkan mereka, "Kami kesini sesuai perintah Feni".

Seakan mengerti, pegawai itu mengangguk dan memberikan mereka informasi kamar mana Zean berada. Ternyata Feni kenal dengan pemilik hotel tersebut. Dirinya telah membertahukan apa yang akan dilakukan Feni. Sang pemilik yang tidak bisa melawan akhirnya mengiyakan keinginan Feni dengan janji dari Feni untuk menanggung semua kerugian.

Sementara itu, di dalam kamar. Zean dan Ashel sedang bermesraan sembari menunggu waktu tengah malam untuk pergi ke pelabuhan dan kabur dari kota ini. Mereka ingin kabur karena merasa sudah tidak bisa bertarung lagi.

"Sayang kamu yakin disana kita bisa aman?".

"Tenang Zean, disana kenalanku adalah salah satu orang yang ditakuti kok", Ashel menjawab sembari bersandar manja dalam pelukan Zean.

"Iya aku percaya kok sama kamu. Gimana kita recharge tenaga dulu", Zean menjawab dengan wajah yang menggoda.

"Dih dasar mesum, bukannya recharge energi nanti kita malah telat tahu".

"Ayolah Shel sebentar aja".

Ashel tidak menjawab, langsung mendekati wajahnya dengan Zean. Lalu ia melumat bibir dari Zean. Keduanya dimabuk asmara yang panas. Setelah berciuman mesra, Ashel kini berada diatas tubuh Zean dan mereka keduanya saling bertatapan mesra. Zean mengambil alih permainan. Ia membanting Ashel dan kini dirinya menindih sang permaisuri. Keduanya kembali berciuman mesra dengan sangat panas.

Adegan intim mereka seketika berhenti saat Zean mendengar suara langkah di depan pintu kamar mereka. Ashel menjadi bingung karena Zean tiba-tiba menghentikan permainannya.

"Ada apa sayang? Nanggung nih. Kan tadi kamu-", belum selesai bertanya mulut Ashel di tahan dengan telunjuk dan memberikan kode untuk Ashel tenang.

Zean coba menuju kearah pintu setelah mendengar ketukan disana. Zean bertanya, "Iya siapa diluar?".

"Room service".

"Kami tidak memesan apapun".

"Ini compliment dari hotel".

ELEGI SENANDIKA | AU Gita Sekar AndariniCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang