ELEGI SENANDIKA PART 38

122 24 2
                                        

Keberhasilan dari Gito dan kawan-kawan untuk menghentikan Zean tidak cukup memberikan kebahagiaan untuk mereka. Terutama Ciko. Dirinya kali ini semakin merasakan kesedihan yang mendalam. Jesse, Jeno, lalu Zean kali ini yang pergi meninggalkannya untutk selamanya. Kesedihan yang mendalam juga dirasakan semuanya karena hal tersebut. Tapi mereka coba untuk tetap fokus dengan satu tujuan lagi. Menyelamatkan Marsha dan menangkap Gracia.

Tim dari Frieska masih terus mencari tahu keberadaan Gracia dan Marsha. Perlahan Ader dan Ollan sudah mulai stabil dan sedang di rawat secara berkala di Rumah Sakit. Muthe dan Ciko bersama menemani keduanya. Ternyata lapar mulai malanda mereka yang sedang menunggu.

"Cik, aku laper. Aku ke kantin dulu ya. Kamu mau nitip sesuatu gak?".

"Gak terimakasih ya Muthe. Kamu mau ditemenin?".

"Hehe gapapa kok aku sendiri aja. Lagian nanti kalo mereka sadar kan ga ada yang nungguin jadinya kasian".

"Okedeh Muth, Aku tunggu sini aja".

Akhirnya Muthe meninggalkan Ciko lalu menuju kantin. Saat Ciko sendirian, ponsel Ciko berdering. Dirinya bingung karena yang menghubunginya adalah nomer tak dikenal. Dirinya tak menjawab telepon tersebut. Namun tak lama dari itu, ada pesan dari nomer tersebut yang buat Ciko terkejut. Langsung saja saat nomer tersebut menghubungi kembali, Ciko menjawabnya.

"Mau apa lo sama Adek gue!?".

"Tenang Cik, Adik kamu aman kok di tangan saya. Gimana kalau kita membuat kesepakatan?".

"Bangsat lo Gracia! Lo sentuh adek gue, gue jamin lo nyesel seumur hidup".

"Udah Cik marah-marahnya? Gimana sekarang kita bahas kesapakatan kita?".

"Mau lo apa?".

Akhirnya Ciko menuruti permintaan dari Gracia. Ternyata entah bagaimana caranya Gracia mendapatkan informasi tentang Ciko. Dirinya memiliki adik yang memiliki penyakit hingga sekarang ia harus terus dirawat di rumahnya. Selama ini hal itu terus di sembunyikan Ciko karena ia tidak mau dikasihani oleh orang lain.

Setelah menerima telepon dari Gracia, Ciko langsung pergi kesuatu tempat yang sudah di sepakati olehnya dan Gracia. Selang beberapa menit, Muthe kembali keruang tunggu dan dia bingung Ciko sudah tidak ada disana.

"Loh kok ga ada orang. Mungkin ada urusan mendadak kali ya".

.

.

.

.

.

Ciko dengan penuh amarah akhirnya sampai di tempat tujuan yang tidak lain ada rumahnya sendiri. Saat ia masuk kedalam, dirinya disambut dengan kehadiran dari Chelsea bersama Gracia disana. Gracia langsung saja menyambut dengan penuh senyuman.

"Hi Ciko. Tepat sekali keputusanmu datang kesini".

"Kitty mana!?".

"Tenang jangan berisik Cik. Kitty sedang istirahat didalam kamarnya. Lebih baik kita bahas kerjasama kita".

"Mau lu gimana?".

"Mudah aja, lo bawa Gito ke gue dan beres", Gracia menjawab dengan santai sambil meminum wine dalam gelasnya.

"Gimana bisa gue percaya lo?".

"Ya gak gimana-gimana. Intinya justru saat ini lo yang harus pikirin matang-matang dengan keputusan yang akan lo ambil".

Ciko sejenak berpikir. Tapi ia sangat sayang dengan sang adik. Karena, Kitty adalah keluarga satu-satunya. Setelah berpikir, dirinya langsung berdiri dan mengambil keputusan.

ELEGI SENANDIKA | AU Gita Sekar AndariniCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang