Gedung usang yang tak terpakai kini menjadi saksi pertemuan antara Gito dan Gracia kembali. Keadaan Gito juga Ciko sudah babak belur setelah di hajar habis-habisan oleh Aran dan Frey. Sekarang mereka terikat dikursi dengan posisi berlawanan. Lalu Frey dan Aran mengguyur mereka untuk membuat mereka sadar.
BYUR
"Bangun-bangun. Enak aja kalian tidur", celetuk Aran setelah mengguyur mereka.
Perlahan keduanya mulai membuka mata. Gito melihat keadaan sekitar. Ia sadar kalau Aran masih hidup dan kembali membantu Gracia. Lalu juga ada Frey yang kini setia membantu Gracia. Tak lama Ciko berbisik kepada Gito, "Git ini diluar ekspetasi gue".
"Santai, gue paham ini emang ga ada pilhan lain".
BUGH
Pukulan mendarat di perut Gito hingga dirinya tersentak.
"Siapa suruh lo ngobrol anjing", kata Aran setelah memukul Gito.
"Sudah Aran sudah. Biar saya bicara dengan mereka", Gracia menyuruh Aran mundur.
"Hai Ciko, Gito, akhirnya kita bertemu lagi. Sesuai yang aku bilang kan Git, kita akan berjumpa lagi dan kamu akan jadi milikku".
"Lo ingkar janji Gracia. Mana adek gue!", Ciko kesal melihat Gracia yang melempar senyum terus.
"Hahaha ga ada yang ingkar janji kok. Tapi ini juga balasan untuk kamu Ciko karena telah bantu Gito merusak segalanya!".
Gracia mendekat wajah Ciko lalu mencekiknya dan lanjut bicara lagi, "Pokoknya lo harus bayar harga yang sepadan Ciko".
Ciko kesal, ia merasakan ada kesempatan. Lalu ia saat keadaan Gracia mendekati wajahnya tersebut. Ia langsung saja menyerang Gracia dengan sundulan kencang hingga mengenai hidung dari Gracia.
"Argh! Anjing idung gue. Bangsat lo!", Gracia kesal saat sadar hidungnya berdarah karena serangan tersebut. Chelsea yang melihat itu langsung menghampiri dan memberikan sapu tangan untuk bosnya.
"Anjing! Lo berdua harus rasakan penderitaan yang besar!".
"Gracia hentikan! Semua ini tak ada urusannya lagi. Ini hanya antara kita. Jangan libatkan orang lain lagi Ge. Aku gamau buat orang lain kehilangan lagi Ge", tiba-tiba Gito berteriak. Sangat jarang hal ini terjadi. Gito yang biasa dingin tanpa menunjukan amarah kini meledak. Dirinya sangat tidak ingin ada lagi kematian yang buat orang lain kehilangan kembali.
"Hahaha, Git asal kamu tahu ya. Sekarang mereka juga bertanggung jawab. Semua berantakan karena mereka. Apa lagi yang selalu aku bilang, kalau aku gabisa miliki kamu justru aku akan buat semua tak bisa miliki kamu Gito!", ucap Gracia dengan emosi yang sangat dalam.
Semua ini hanya berawal dari kecemburuan. Gracia yang selama ini selalu mendapatkan apapun dari keluarganya, untuk pertama kalinya gagal mendapatkan sesuatu yaitu Gito. Terlebih lagi ia dikalahkan dengan sahabatnya sendiri, Shani. Rasa kecewa dan kesal terus menumpuk di dalam hatinya. Hingga akhirnya pecah dan ia memutuskan untuk hancurkan Shani selamanya juga didukung oleh keluarganya.
Seketika Gracia terkejut melihat Gito meneteskan air mata. Sudah lama ia tidak melihat hal itu. Gito yang selalu coba tutupi kesedihan dan emosi lain didepan orang lain kini justru pecah tak tertahankan.
"Ge, cukup sudah Ge. Kalau kamu inginkan aku, jangan ganggu yang lain. Cukup aku aja Ge. Biarkan yang lain kembali ke kehidupan normal Ge".
Sejenak kalimat-kalimat itu buat Gracia berpikir. Ia hampir melepaskan semua dan mengakhiri ini. Tapi hal itu berhenti saat Chelsea memberitahu sesuatu, "Nona maaf, CCTV menangkap ada pergerakan dari luar dan menuju kesini".
KAMU SEDANG MEMBACA
ELEGI SENANDIKA | AU Gita Sekar Andarini
RomanceCerita ini adalah Perjalanan terjal penuh liku dalam kehidupan Gito Senandika Andari. Apakah ia akan menyelesaikan konflik batinnya? Apakah ia bisa mencapai kebahagiaan? . . .
