ELEGI SENANDIKA PART 34

129 29 2
                                        

"Apa? Kak Melody punya anak di Indonesia?".

"Sst gausah teriak-teriak apa Beb. Gue juga baru dikabarin. Dia katanya udah titipin sama kak Frieska. Nah ka Frieska bilang sebisa mungkin jagain juga itu anak karena takut. Lo tau lah keluarganya kan banyak musuh".

"Iya sih Gab ya. Namanya siapa emang?".

"Marsha".

Pecakapan antara Beby dengan sahabatnya yaitu Gaby tentang sebuah kenyataan mengejutkan dari Melody. Entah takdir apa ini semua. Ternyata selama ini Beby mengetahui kenyataan kalau Marsha itu adalah anak dari Melody yang diamankan demi masa depan keturunan keluarga Hibiki. Benar saja selama ini kesedihan yang dirasakan Beby adalah karena kematian dari Melody dan keluarga. Semenjak itu sebenarnya Beby terus berkomunikasi dengan timnya untuk terus menjaga Marsha dari kejauhan.

Tapi ternyata sesaat tahu kalau ada Gito disebelah Marsha, Beby sedikit lega. Biar gimanapun cerita tentang Gito juga diketahui oleh Beby. Alasan dia juga memberikan kamar sewaan kepada Gito juga adalah untuk memantau Gito awalnya. Kini semua sudah terbuka. Beby memutuskan menceritakan semua yang ia ketahui dan di dengar oleh semua yang ada dirumah itu.

"Okay Gito, sebenernya saya dan Melody sudah saling mengenal. Saya menjalani bisnis di Indonesia untuk menjaga Marsha bersama beberapa kawan saya. Mungkin Feni juga tidak tahu kalau Marsha itu adalah adik dari Shani karena memang rahasia ini sangat rapat ditutup oleh Hibiki dan juga Melody", jelas Beby.

Semua yang mendengar hal itu terkejut terutama Muthe yang baru mengetahui kalau sang ibu itu memiliki pekerjaan yang berbahaya dan juga menyangkut sahabatnya. Feni dan juga Ciko sama terkejutnya dengan semua ini. Dunia sangat terasa sempit dengan adanya fakta ini.

"Jadi sekarang saya akan membantu anda Git untuk menyelesaikan ini semua demi janji saya dengan Melody", lanjut Beby.

"Engga, biar saya sendiri", tolak Gito.

"Semua ini karena saya, jadi saya yang akan menyelesaikan ini semuanya sendiri. Terimakasih atas tawarannya dan maaf telah membuat keadaan menjadi seperti ini", lanjut Gito menolak sembari bersiap pergi.

"Git lo bisa berenti egois ga!?", bentak Ciko dengan sembari mencengkram erat kerah baju Gito.

Semua terkejut dengan apa yang dilakukan Ciko. Feni coba menenangkan Ciko lalu juga Gito dipeluk oleh Greesel, Gracie dan Muthe untuk berhenti. Gito tak bergeming. Tetapi semua kekacauan itu berubah saat Gracie yang paling kecil disana bersuara, "Kak Gito, kakak sayang kan sama aku? Sama kak Marsha? Kalau kakak gini terus berarti kakak ga sayang sama aku. Aku akan benci sama kakak seumur hidup. Aku ga akan mau mengingat kakak selamanya", teguran keras dari Gracie kepada Gito buat ia tersadar.

Sesaat dirinya mersakan kehadiran dari Shani didepannya. Bagai malaikat suci dengan senyuman semanis cokelat seperti memberikan tanda kalau sekarang Gito banyak yang menyayanginya. Dirinya sudah tak sendiri lagi. Akhirnya Gito luluh. Ia kembali membalas pelukan Gracie lalu berlutut didepannya, "Maafin kakak ya Gracie. Kakak janji akan menyelesaikan ini".

Lalu Gito mengusap air mata dari Gracie dan berdiri melanjutkan kalimatnya, "Semuanya, maafkan keegoisanku".

Akhirnya semuanya mersakan lega dengan keputusan dari Gito. Beby memberikan kode kepada Muthe untuk membawa Greesel dan Gracie kekamar. Kini tinggal Ciko, Gito, Feni dan Beby yang berada diruangan itu. Feni langsung mengeluarkan flaskdrive yang ia dapatkan sebagai bukti.

"Sebelumnya ini saya ada bukti tentang Fujiko Flames. Mungkin hal ini masih berat untukmu Git, tapi inilah kenyataannya".

Lalu, Flaskdrive tersebut diberikan kepada Beby yang langsung diproses di laptop yang ada diruangan itu. Sembari menunggu, Gito menghampiri Onel yang masih pingsan diruangan itu.

ELEGI SENANDIKA | AU Gita Sekar AndariniCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang