Rumah besar namun tak terurus menjadi tempat persembunyian dari Gracia. Kini ia sudah pasrah akan segalanya. Dirinya sekarang berada satu ruangan dengan Christy dan juga Marsha. Marsha coba melakukan percakapan dengan Gracia.
"Kak, kenapa sih kakak lakukan ini semua?".
"Berisik kamu. Diam", Gracia justru kesal dan enggan menjawab pertanyaan tersebut.
"Jika emang keinginan kakak mau miliki kak Gito aku ikhlas kak. Sudahi ini semua kak".
Gracia tak menjawab justru mendekati Marsha. Lalu ia berdiri tepat di depan wajahnya lalu menampar dengan sekuat tenaga.
PLAK
"Lo udah gue bilang diem ya diem. Gausah banyak tanya. Intinya gue mau bikin semua menjadi balasan untuk Gito! Paham!".
Setelah itu Gracia keluar dari ruangan tersebut. Sedangkan Marsha melihat kearah Christy yang sedang menangis. Dirinya coba menenangkannya.
"Hei sudah jangan sedih. Aku yakin kak Ciko dan yang lain akan nyelamatin kita".
"Aku takut, hiks hiks hiks".
"Sudah jangan takut ya. Kita pasti bisa laluin ini semua".
Disisi lain. Gito bersama Onel dan Ciko sudah hampir sampai ditempat tujuan. Sebelum sampai, Onel sedikit penasaran kenapa Gito bisa tahu kalau Gracia bersembunyi disana.
"Git gue masih penasaran deh kenapa lo bisa yakin si nenek sihir itu bersembunyi disana?".
"Feeling aja. Gracia ingin menghancurkan gue sepenuhnya. Sebelumnya ia bakar gudang tempat kerjasama antar keluarga gue dengan Fujiko Flames dulu. Jadi gue yakin kalau dia akan jadikan tempat tinggal keluarga gue menjadi persembunyian ia terakhir. Gue yakin dirinya ga akan mau tinggalin tempat ini sampai ia nyelesain apa yang ia mulai".
"Deduksi lo lagi ya yang bermain. Emang deh lo keren Gits", celetuk Onel sembari menebar senyuman.
Setelah perbincangan tersebut ternyata mereka sudah sampai di rumah Gito. Sebelum turun tiba-tiba Gito meminta sesuatu kepada Ciko, "Cik bagi rokok dong".
Ciko memberikan kepada Gito lalu dirinya menyalakan rokok tersebut. Gito juga merapihkan rambutnya lalu memberikan instruksi untuk bersiap kepada teman-temannya.
"Okay, kalian siap? Kita selesaikan ini semua sekarang".
Anggukan dari Onel dan Ciko menjadi tanda kesiapan mereka semua. Akhirnya mereka bertiga berjalan bersama masuk kedalam rumah dari Gito.
Kedatangan mereka sudah ditunggu-tunggu oleh Gracia. Chelsea memberikan informasi kalau mereka sudah sampai.
"Non Gracia mereka sudah sampai didepan".
"Baiklah, Aran dan Frey kalian jaga ruang tengah. Kamu dan Chelsea ayo kita pindah keruang atas".
Perintah Gracia kepada semuanya dan ada satu pria misterius yang baru membantunya. Ada beberapa penjaga di depan rumah Gito. Mereka adalah sisa-sisa Fujiko Flames yang masih membantu Gracia. Kini Gito menikmati rokoknya lalu berkata, "Woy kalian dirumah gue. Pergi sana!".
Teriakan dari Gito membuahkan hasil. Pasukan Fujiko tersebut langsung fokus kepada Gito dan yang lain. Tak pakai basa-basi, pasukan itu langsung berlari menyerang Gito. Gito langsung membuang rokoknya dan balik menyerang.
Pukulan demi pukulan dilakukan oleh Gito. Ciko juga tak mau kalah. Dirinya melawan beberapa orang sekaligus. Tapi, mereka bukanlah lawan yang sepadan. Gito dan Ciko mudah mengalahkan mereka semua. Onel yang hanya mendapatkan satu lawan dia justru sedikit kesal, "Eh bagi-bagi dong! Gue masa ketemu satu doang".
KAMU SEDANG MEMBACA
ELEGI SENANDIKA | AU Gita Sekar Andarini
RomanceCerita ini adalah Perjalanan terjal penuh liku dalam kehidupan Gito Senandika Andari. Apakah ia akan menyelesaikan konflik batinnya? Apakah ia bisa mencapai kebahagiaan? . . .
