#35 awal baru

98 10 4
                                        

"Aku senang!"

"Aku bahagia!"

"Aku sanga gembira!"

Sepertinya hari ini akan menjadi hari yang baik, atau salah satu yang TERBAIK. Para murid mulai masuk ke dalam kawasan sekolah dengan tas yang mereka gendong di pundak. Suara gantungan kunci yang beradu bergoyang kala mereka berjalan berirama. Datang menggunakan kendaraan pribadi juga kendaraan umum, menyungging senyum di wajah masing-masing.

"Gue gak tau kenapa, tapi hari ini kaya ada yang beda." ujar Farzan semangat. Cowok itu merentangkan kedua tangannya dan memejamkan mata.

"Perasaan gak ada bedanya sama kemarin." balas Aksa.

"Ada, Sa!" kekeuh Farzan.

"Aku bahagia, aku senang!" teriakan Kenzo masih terdengar di belakang. Sudah lima belas menit Kenzo berteriak bahagia tanpa henti.

"Kenzo! Lo bahagia kenapa, sih? Teriak nggak kelar juga dari tadi?!" tanya Samuel malah emosi.

"Eits!" Kenzo menoel hidung Samuel. "Tolong banget, dihari yang menyenangkan ini gak boleh ada yang marah." kata Kenzo sangat lembut. Itu berhasil membuat semua bulu berdiri, merinding bukan main.

"Amit-amit sekarang juga." suruh Farzan kepada yang lain.

"Tapi bahagia kenapa?" tanya Aksa ikut penasaran.

"Karena..." Kenzo menggantungkan ucapannya.

"Karena lo keterima jadi idol?" tanya Samuel asal bunyi. Tetapi jangan, Naila suka dunia peridolaan. Tidak akan pernah terbayang tujuh turunan serta lima tanjakan kalau pacarnya akan mengidolakan sesosok Kenzo.

"Bukan, karena..."

"Karena lo telah menemukan arah ke jalan yang benar?"

"Bukan."

"TERUS APA?!" teriak mereka berbarengan.

"Karena Kenzo udah dikirim uang bulanan." sela Saguna yang sudah bosan mendengar kegaduhan.

"Selamat anda mendapat kecupan manja dari Mas Kenzo karena telah benar menjawab." ujar Kenzo memonyongkan bibirnya dan Saguna segera menjauh. "Gue senang karena bisa beli makanan. Bisa beli celana baru. Bisa healing untuk melepas penat sekolah yang nenumpuk sejak dua minggu lalu." kata Kenzo kembali melompat dan berjoget ria.

Tidak usah ditanya seberapa lebar senyuman Kenzo. Ketika Kenzo bilang bahwa dirinya bahagia, artinya cowok itu sangat bersuka cita.

"Tapi yang paling penting, Zo. Lo bisa bayar utang!" tembak Farzan. Tatapan matanya macam orang yang terlibat dalam utang-piutang tersebut.

"Nanti ya, Zan. Hehe." cengenges Kenzo.

"Kecik-kecik dah pandai utang." cerca Samuel.

"Oh iya, Na." ujar Aksa sampai Saguna menoleh menatapnya. "Gue liat, lo juga jadi lebih segar dan gak semurung beberapa hari kemarin." sambung Aksa menarik perhatian yang lain.

"Setuju."

"Lo cukuran ya, sampe kelihatan dua tahun lebih muda?" kata Kenzo meneliti wajah Saguna. "Atau lo habis mencoba skincare baru?" tebak Kenzo lagi.

"Nggak, emang muka gue beda dari kemarin?" tanya Saguna dengan ragu. Tidak tahu benar atau justru salah besar mempertanyakan ini kepada keempatnya manusia laknat.

"Muka lo kaya baru menemukan cahaya kehidupan, Na." kata Kenzo berlehihan.

"Sebelumnya, muka lo tuh kaya orang yang gak punya tujuan hidup. Kaya muka orang yang putus asa sama jalan hidupnya dan gak kuat." tambah Farzan.

Saguna Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang