"Aku senang!"
"Aku bahagia!"
"Aku sanga gembira!"
Sepertinya hari ini akan menjadi hari yang baik. Para murid mulai masuk ke dalam kawasan sekolah dengan tas yang mereka gendong. Suara gantungan kunci yang beradu bergoyang kala mereka berjalan berirama. Datang menggunakan kendaraan pribadi juga kendaraan umum, menyungging senyum di wajah masing-masing.
"Gue gak tau kenapa, tapi hari ini kaya ada yang beda." ujar Farzan semangat.
"Perasaan gak ada bedanya sama kemarin-kemarin." kata Aksa.
"Ada, Sa!"
"Aku bahagia, aku senang!" teriakan Kenzo masih terdengar.
"Zo! Lo bahagia kenapa, sih? Teriak nggak kelar-kelar dari tadi?!" tanya Samuel emosi.
"Eits!" Kenzo menoel hidung Samuel. "Di hari yang menyenangkan ini, gak boleh marah-marah." kata Kenzo sangat lembut. Itu berhasil membuat semua bulu berdiri, merinding bukan main.
"Amit-amit sekarang juga." suruh Farzan kepada teman-temannya.
"Tapi bahagia kenapa?" tanya Aksa ikut penasaran.
"Karena..." Kenzo menggantungkan ucapannya.
"Karena lo keterima jadi idol?" tanya Samuel asal bunyi.
"Bukan, karena..."
"Karena lo telah menemukan arah ke jalan yang benar?"
"Bukan."
"TERUS APA?!" teriak mereka berbarengan.
"Karena Kenzo udah dikirim uang bulanan." sela Saguna yang sudah bosan mendengar kegaduhan.
"Betul! Gue senang karena bisa beli makanan, bisa beli celana baru, bisa healing untuk melepas penat sekolah yang nenumpuk sejak dua minggu lalu." kata Kenzo kembali melompat dan berjoget ria. Tidak usah ditanya seberapa lebar senyuman Kenzo. Ketika Kenzo bilang bahwa dirinya bahagia, artinya cowok itu sangat bersuka cita.
"Gue kira apa. Tapi yang paling penting Zo, lo bisa bayar utang!" kata Farzan. Tatapan matanya macam orang yang terlibat dalam utang-piutang tersebut.
"Nanti ya, Zan. Hehe." cengenges Kenzo.
"Kecil-kecil udah pintar ngutang." cerca Samuel.
"Oh iya, Na." ujar Aksa sampai Saguna menoleh. "Gue liat, lo juga jadi lebih segar dan gak semurung beberapa hari kemarin." sambung Aksa menarik perhatian yang lain.
"Setuju."
"Lo cukuran ya, sampai kelihatan dua tahun lebih muda?" kata Kenzo. "Atau lo habis pakai skincare baru?" tebak Kenzo lagi.
"Nggak." jawab Saguna. "Memang muka gue beda dari kemarin?" tanya Saguna ragu. Tidak tahu benar atau justru salah besar mempertanyakan ini kepada ke-empatnya.
"Muka lo kaya baru menemukan cahaya kehidupan, Na." kata Kenzo berlehihan.
"Sebelumnya, muka lo tuh kaya orang yang gak punya tujuan hidup. Kaya muka orang yang putus asa sama jalan hidupnya." tambah Farzan.
Ya, ternyata Saguna salah bertanya.
"Mana mungkin lo capek sama hidup lo yang kelihatannya sempurna itu." ujar Kenzo menggelengkan kepalanya sebanyak tiga kali.
"Kelihatannya, kan?" tanya Saguna.
"Memang lo kurang apa, Na? Lo ganteng-"
"Gue gak butuh, Zo. Pasti lo mau muji gue dan minta dibelikan sesuatu!" ujar Saguna membekap mulut Kenzo rapat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Saguna
Tienerfictie[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Spin off cerita "Aksara" dapat dibaca terpisah <3 "Bisa diam gak?" "Jangan ganggu gue!" "Gue bukan pacar lo, Frey." Top 3 kalimat Saguna Zayyan, cowok super dingin mengalahkan tumpukan salju di Kutub Utara. "DASAR...
