36. APRICITY

5.2K 303 4
                                        

SETELAH MEMBACA CERITA, LUANGKAN WAKTU UNTUK MEMBACA CATATAN ‼️

.O.

Ada banyak sekali perubahan pada Anizhar setelah pertengkaran mereka kemarin. Lelaki itu menjadi semakin protektif, bahkan tidak membiarkan Amora sendirian. Dia sampai rela membolos sekolah demi mengantarkan Amora mengikuti kelas yoga ibu hamil di hari pertama.

Tak hanya mengantar, Anizhar juga dengan sabar menunggu selama lebih dari satu jam di depan ruang yoga, memastikan Amora keluar dengan aman. Sikap overprotektif Anizhar menarik perhatian para ibu hamil lain di kelas yoga. Mereka meledek pasangan itu dengan nada bercanda, memuji Anizhar sebagai suami siaga yang rela menemani istrinya.

Amora hanya tersenyum kecil mendengar ledekan itu, meskipun hatinya dipenuhi perasaan campur aduk. Ia tahu Anizhar tak pernah sepeduli ini sebelumnya. Perubahan drastis ini pasti akibat pertengkaran mereka kemarin. Lelaki itu jelas hanya ingin memastikan Amora tidak bertemu dengan musuhnya seperti kemarin.

Anizhar mengambil alih tas Amora. "Gimana yoganya?" tanyanya membuka percakapan dengan Amora yang hanya diam.

Amora menatap lelaki di depannya dengan wajah serius. "Seru," jawabnya jujur.

Menurutnya, yoga tadi memang cukup menyenangkan. Setelah sekian lama terjebak di rumah mewah itu, akhirnya ia bisa keluar dan bersosialisasi dengan orang lain. Sudah lama sejak Amora merasa sedikit lebih bebas seperti sekarang. Apalagi sejak kehamilan di luar nikahnya diketahui, hal itu sangat memengaruhi kepercayaan dirinya.

"Kalau gitu, gue bakal tambahin sesi lo sampai bulan depan," ujar Anizhar, yang hanya diangguki pelan oleh Amora.

Mereka pulang dalam keheningan. Anizhar fokus mengemudi, sesekali melirik Amora lewat sudut matanya. Sementara itu, Amora sibuk dengan pikirannya sendiri. Ia tahu ada sesuatu yang mengganjal di antara mereka, tetapi ia tidak ingin memulai pembicaraan lebih dulu

.O.

Amora memerhatikan bayangannya di cermin. Wanita hamil itu mengenakan sweater bergaris ungu-kuning dipadukan dengan rok berwarna krem. Ia memiringkan kepala sedikit, memastikan penampilannya terlihat rapi. Perutnya yang semakin membesar membuatnya lebih selektif dalam memilih pakaian. Meskipun sederhana, Amora tetap ingin tampil menarik.

Ia meraih tas selempang kremnya, lalu keluar kamar dengan langkah hati-hati

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ia meraih tas selempang kremnya, lalu keluar kamar dengan langkah hati-hati. Sore ini, Amora berniat pergi ke supermarket terdekat untuk berbelanja sekaligus jalan-jalan. Kendaraan sudah ia pesan melalui aplikasi di ponselnya. Soal Anizhar, ia pikir lebih baik memberitahunya nanti saja, setelah selesai berbelanja.

"Mau ke mana?" suara Anizhar tiba-tiba terdengar, membuat Amora terhenti. Lelaki itu berdiri bersandar di dinding, mengamati Amora yang tampak berjalan mengendap-endap seperti tikus.

Amora berbalik, menghindari tatapan langsung yang dilayangkan Anizhar. "Hum, pergi," jawabnya singkat.

"Kemana, Amora?" Anizhar mengulangi pertanyaan dengan nada tegas.

APRICITY Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang