"Lah itu buktinya dia ga masuk jam pertama kan? Dia ga pernah gitu sebelumnya mah" Ucap Devran sambil mendorong Raen karena ia masih berhenti dan melanjutkan jalannya ke rooftop.
"Kalian duluan aja cui, gue mau ke kantin dulu seret bet gue" Ucap Raen sambil melepaskan rangkulan dari Devran, yang lain pun hanya setuju dan pergi ke rooftop.
Raen pergi kearah kantin sebentar, ia kembali ke lorong tadi untuk melihat apakah teman temannya sudah pergi, dirasa aman, Raen langsung pergi keruangan Reon. Raen mengintip dari jendela namun tak dapat melihat apapun, mungkin tertutup gorden dan saat ia bersandar pada gagang pintu, pintu terbuka dan membuat Raen jatuh.
"Ah anjing ga bilang kalo ga di kunci, pepek" Omel Raen sambil mulai berdiri.
Raen mulai mengamati ruangan Reon, disana tak ada siapapun ia juga mendekat kearah meja kerjanya ia melihat disana tak ada tas Reon ataupun barang milik Reon, hanya ada camilan di laci meja, Raen mengambil cemilan itu sambil mengomel.
"Kemana dah dia, perasaan tadi pagi berangkat nya lebih pagi daripada gue"
Raen pun membuka handphone nya dan mengklik wa Reon, ia mulai menuliskan sesuatu disana.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kok ceklis 1 si ajg" Karena kesal, Raen pergi dari ruangan Reon dan segera ke rooftop.
"Lama amat lo" Ucap Ryleen ketika Raen sampai disana.
"Itu ada guru yang lagi keliling" Setelah menjawab ucapan Ryleen, Raen duduk disebelah Devran karena ingin menanyakan sesuatu.
"Ssstt lo tau Reon kemana?" Ucap Raen sambil berbisik.