43

6.5K 232 7
                                        

HALOO SEBELUM MEMBACA DIHARUSKAN JOIN SALURAN WHATSAPP REONRAEN DULU YAAA

HALOO SEBELUM MEMBACA DIHARUSKAN JOIN SALURAN WHATSAPP REONRAEN DULU YAAA

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ikuti saluran Reon And Raen di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VajbgZqC1Fu6DIdTQx3U

Udah?? OKEEE SILAKAN MEMBACA SAYANGGG
*******************************

"Tapi... gue ga ngerokok, Zeon" gumam Raen pelan.

Zeon nyengir. "Yaelah, lo lupa? Lo yang ngajarin gue pertama kali malah. Dulu lo sama si Draco gantian ngilang dari kelas, terus ngumpet di atas bawa rokok dua batang buat berdua."

Zeon menepuk bahunya ringan. "Udah deh, ikut aja dulu. Santai aja, gak ada yang nyusul cepet-cepet. Anak-anak pasti masih ngopi di kantin."

Raen menatap lorong yang mengarah ke kelasnya, lalu menoleh lagi ke Zeon. "Lo yakin... gue sering ke rooftop?"

"Yakin banget" jawab Zeon mantap. "Gue bisa buktiin. Lo pasti inget pas lo hampir ketahuan sama satpam dan lo yang dorongin gue ke tembok biar gue diem-"

"Udah." Raen mengangkat tangannya pelan, menahan. Suaranya sedikit gemetar. "Gue ikut."

Zeon mengangkat alis, kaget tapi senang. "Mantap."

Mereka melangkah bersama menyusuri lorong. Setiap langkah Raen terasa berat. Sekilas, ia merasa seperti pernah melewati jalur itu berkali-kali. Tapi tidak pernah dengan perasaan seperti sekarang-seperti ada yang mengintip dari balik kenangan, menunggu waktu untuk muncul.

Rooftop Sekolah.

Langit pagi tampak pucat, angin sejuk menyapu rambut Raen yang sedikit basah. Zeon mendorong pintu besi rooftop perlahan, berdecit pelan. Mereka melangkah keluar ke tempat yang kosong, luas, dan terasa anehnya... akrab.

Zeon langsung duduk bersandar di dinding pembatas, mengeluarkan bungkus rokok dari saku jaketnya. "Lo masih suka duduk di pojokan situ?" katanya sambil menunjuk ke sudut paling jauh, dekat tangki air.

Raen berdiri di tengah rooftop. Sepi. Angin membawa bau khas beton panas dan asap rokok yang menyusul dari arah Zeon. Ia memejamkan mata sesaat. Detak jantungnya berdetak cepat, seolah tubuhnya mengenali sesuatu yang pikirannya tidak mampu tangkap.

"Gue beneran sering kesini ya?" Raen bertanya, lebih ke dirinya sendiri daripada ke Zeon.

Zeon mengangguk. "Dulu lo tuh... beda. Lo keras, tapi seru. Sering ketawa, sering marah juga, tapi gak pernah se-nurut sekarang bahkan ke guru pun lo sering bacot. Sekarang, lo kalem banget. Aneh, tau kaga."

Raen menelan ludah. "Mungkin karena gue belum pulih sepenuhnya."

"Atau mungkin lo bukan Raen yang gue kenal" balas Zeon pelan.

Suasana mendadak hening. Raen berjalan ke sudut yang tadi disebut Zeon. Ia duduk perlahan, menyentuh lantai dengan jari-jarinya. Ada noda gosong samar di lantai-mungkin bekas rokok yang terbakar diam-diam. Dan saat ia menyentuhnya... ia sedikit merasakan-

My Teacher | ReonRaenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang