Raen terbangun dari tidurnya dan masih dalam posisi yang sama dengan tadi malam, bedanya sekarang ia dibawah sofa, sepertinya tadi malam ia terjatuh.
"Kok dia ga bangunin gue si?" Ucap Raen ketika bangun, ia semalam tidur dengan perut lapar, sekarang perutnya semakin sakit karena kosong. Ia lalu pergi ke dapur dan disana kosong, hanya ada susu putih, tanpa pikir panjang Raen langsung meminum susu itu untung nya itu masih sedikit hangat.
Raen pergi ke kamar mandi setelah melihat jam menunjukkan pukul 06.40, ia sama sekali tak melihat kehadiran Reon sejak semalam. Bahkan Raen pergi kesekolah tanpa uang saku dari Reon, disana juga tidak ada sarapan yang tersedia. Untungnya Raen kemarin masih menyisakan uangnya walaupun hanya tinggal 35k, kembali ke rutinitas sebelumnya, Raen tidak langsung kesekolah ia menunggu di tempat yang tak jauh dari sekolah tentu untuk memalak orang walaupun sudah telat sekarang Raen tetap tidak peduli.
Setelah mendapat kan uang yang lumayan, Raen pergi berangkat sekolah, disana ia melihat temannya, Zeon juga terlambat. Yang terlambat dihukum oleh guru kedisiplinan untuk berlari mengelilingi lapangan 10 kali.
Seharusnya itu hukuman yang sedikit ringan bagi Raen, namun karena perutnya kosong sejak semalam membuat Raen terlihat sangat pucat pada putaran ke 8.
"Lo gapapa" Tanya Zeon saat melihat wajah pucat Raen.
"Ga, gue gapapa"
"Lo sakit ya?"
"Kaga udah dibilang gue gapapa"
"Muka lo pucet banget sumpah, kaya vampir yang haus darah itu cok"
"Gue emang vampir, Rawr" Asal bunyi dari Raen saat menanggapi ucapan Zeon.
"Serius lo pucet banget anjir, berhenti dulu berhenti, gada guru kok" Zeon menahan tangan Raen agar ia berhenti lari.
Mereka duduk di bawah pohon agar tidak begitu panas, Raen terlihat sangat kelelahan sekarang untung nya Zeon peka dan pergi membeli air dan roti untuk Raen.
"Kepala gue pusing banget sumpah" Ucap Raen.
Zeon lalu membuat kepala Raen bersender pada bahunya dan berusaha untuk memberikan rotinya kepada Raen karena Zeon yakin pasti Raen belum sarapan.
"Gue gamau makan sehabis lari"
"Dikit ajalah, lo pucet banget sumpah"
"Gue gamau Zeon, gue cuma mau Reon disini" Ucap Raen mulai ngelantur sebelum ia jatuh pingsan.