41

8.6K 307 11
                                        

HALOO SEBELUM MEMBACA DIHARUSKAN JOIN SALURAN WHATSAPP REONRAEN DULU YAAA

HALOO SEBELUM MEMBACA DIHARUSKAN JOIN SALURAN WHATSAPP REONRAEN DULU YAAA

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ikuti saluran Reon And Raen di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VajbgZqC1Fu6DIdTQx3U

Udah?? OKEEE SILAKAN MEMBACA SAYANGGG
**************************************

Sudah 3hari berlalu...

Biru yang terus membahas Hanseok, dan Raen yang selalu ketakutan saat mendengar nama nama itu, membuat Reon semakin ingin mengetahui siapa orang orang itu, ia ingin menangkap mereka.

Dimalam hari, Reon berniat memberi Raen obat untuk melemahkan ingatannya, atau kasarnya merusak ingatan Raen. Setelah ia mendapatkan obat itu dari temannya, ia segera pulang kerumah.

Reon melihat Raen yang sedang menonton televisi namun tatapan matanya terlihat kosong.

Reon menuangkan air ke dalam gelas, lalu mencampurkan obat itu dengan hati-hati. Cairan itu bening, tak berbau, tak berasa-hanya dengan obat itu ingatan Raen yang selama ini mengganggunya akan melemah secara perlahan.

Ia membawa gelas itu mendekat kearah Raen yang berada di depan televisi.
"Minumlah. Kamu butuh ini" Kata Reon lembut.

Raen melirik gelas itu sekilas. "Apaan ni?"

"Obat penenang ringan" jawab Reon dengan nada tenang.
"Kamu kelihatan stres akhir-akhir ini, teman saya dokter dia bilang akan membantumu lebih rileks dan menyarankan obat ini."

Raen menghela napas, lalu mengambil gelas itu tanpa banyak berpikir. Ia percaya pada Reon lebih dari siapa pun. Dengan satu tegukan, cairan itu mengalir ke tenggorokannya tanpa meninggalkan rasa.

Beberapa menit berlalu. Raen mulai mengerjap pelan, matanya terasa lebih berat. Tangannya menyentuh pelipisnya sesaat sebelum ia menguap kecil.

"Mayan lah gada rasanya, gue kira pahit" gumamnya.

Reon tersenyum tipis. "Istirahat lah, saya disini selalu ada kapan pun kamu butuh" jawab Reon dengan suara yang lembut namun penuh ketenangan dan diakhiri dengan kecupan singkat di bibir Raen.

Raen mengangguk tanpa curiga. Ia berjalan keatas menuju kamarnya dengan pelan, bahkan ia sempat menabrak meja.

Reon yang melihat itu langsung mendekat kearah Raen dan menggendongnya.

Sesampainya di kamar, Reon merebahkan Raen di kasur. "Tidur yang nyenyak" Ucap Reon sambil menarik selimut untuk Raen.

Raen yang setengah sadar pun hanya menatap Reon dan mengangguk pelan lalu memejamkan matanya.

Reon menatapnya dalam diam, memastikan efek obat bekerja sebagaimana mestinya. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Raen tidak akan mengingat hal-hal yang membuatnya tersiksa-setidaknya untuk sementara.

My Teacher | ReonRaenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang