My Little Angel: Chapter 26

4.1K 339 19
                                    

"I don't need a reason

I just want you baby

Alright alright

Day after day"

[[ Selamat Membaca ]]

"Iqbaal.." panggilan yang terdengar lirih itu membuatnya tidak bisa focus lagi dan melihat ke sumber suara.

"(Namakamu)" Iqbaal mengikuti tatapan (Namakamu) yang kini beralih menatap Richard yang berada dibawahnya.

"Apa yang kau lakukan pada Papaku? Kau akan memukulnya?" Iqbaal beralih kesamping Richard dengan cepat dan menggelengkan kepalanya.

Tidak. Bukan, Iya. hanya satu saja dan kau menghentikanku.

Iqbaal berdiri dan berjalan sedikit cepat bahkan pelukan ini terasa sangat cepat karna (Namakamu) langsung merasakan kehangatan yang dia rindukan akhir – akhir ini.

Cukup lama bahkan dehaman Richard hanya membuat (Namakamu) tersenyum karna Iqbaal masih memeluknya erat, sama eratnya dengan pelukan (Namakamu) yang merangkulkan tangannya di belakang tengkuk Iqbaal.

"Kau meninggalkanku" Iqbaal memperdalam posisi wajahnya dalam lekukan leher (Namakamu)

"Kau tahu, aku hampir gila karena kehilanganmu." (Namakamu) kembali tersenyum.

"Aku merindukanmu Iqbaal" Senyuman itu, (Namakamu) tahu Iqbaal tersenyum disana.

Dia menangkup wajahku dan melepas pelukan yang sesungguhnya sangat aku rindukan.

"Ya aku tahu" dan satu kalimat itu membuatku menatapnya kesal karna setelahnya dia tertawa rendah.

Iqbaal mencium sekilas bibir (Namakamu) karna sebuah tarikan di bahunya membuatnya sedikit menjauh dari (Namakamu)

"Dia masih milikku" Richard memeluk bahu (Namakamu).

"Hei! Dia sudah menjadi milikku, aku mengalahkamu. Oh ayolah!" Iqbaal memisahkan pelukan Richard secara paksa dan membawa jemari (Namakamu) mengait indah di jemari miliknya dan menariknya cepat hingga sejajar disampingnya

Kiki dan beberapa bodyguard dengan setelan jas hitam yang terlihat begitu rapi memutar bola matanya lebih tepatnya anak – anak dari genk Iqbaal berpencar kesegala arah. Dasar menantu dan mertuanya memang sama – sama gila.

"Tunggu. Aku mengenalmu dan aku tahu bagaimana dirimu. Kau tidak akan semudah ini menyerahkan hal paling special ini dengan begitu mudah"

Iqbaal menatap Richard dengan tidak percaya ketika sekarang langitnya sudah menjadi miliknya seutuhnya dengan begitu mudahnya.

"Kau lupa dengan dua orang suruhanmu yang datang kesini malam – malam waktu itu?"

"dua orang suruhan?" Iqbaal mengernyitkan keningnya dan mengangkat satu alisnya ketika beralih menatap segerombolan teman – teman dan bodyguardnya

Flashback

"Kami.. kami hanya ingin menjelaskan tentang Iqbaal Tuan" Satu pria dengan setelan jas yang hampir sama berantakan seperti Iqbaal bergumam pelan.

Tidak ada salahnya bukan, jika mereka memberitahukan sedikit informasi dari anak sialan itu.

"Jadi.." Mereka memulainya ketika baru saja duduk di sofa ruang tamu yang begitu luas dan lukisan yang menambah kesan indah ruangan ini.

Apa?

"Kalian belum mengenalkan diri, dasar tidak sopan." Richard menyilangkan kakinya dan menatap tajam kedua pria yang terlihat sangat...

Angelic (MLA - 2015)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang