ENJOY READING!
***
Radea, Ibu dari tiga anak itu mengerjapkan matanya, melihat ke sekeliling. Jam dinding menunjukan pikul enam pagi. Tidak seperti biasanya, jika ia bangun pasti ada seseorang yang memeluknya. Kenapa sekarang tidak ada?
Kasur di sebelahnya tampak kosong, padahal jam berangkat kerja suaminya nanti pukul setengah delapan. Radea bangun dari rebahannya, lalu meneliti ke sekitarnya. Ia bangun dari ranjang mencari ke arah kamar mandi. Namun hasilnya nihil, tetap tidak ada.
"Kak?" panggil Radea.
"Yudhis kamu dimana?" panggilnya lagi.
Ia menghela nafasnya, mumgkin lelaki itu sudah keluar kanar. Radea kemudian bersiap untukandi karena setelahnya harus mengantar si kembar berangkat sekolah. Nakula dan Sadewa sudah masuk ke sekolah dasar, sedangkan Arjuna berada di sekolah menengah.
Selesai beberes diri, ia keluar menghampiri ruang makan di lantai satu. Di sana ia melihat sudah ada ayah dan Ibu mertuanya, kakek dan nenek dari anak-anak. Tidak lupa juga sudah ada keluarga dari saudara iparnya, Antariksa dan Senjana beserta kedua anaknya yakni Elang dan Olive.
"Selamat pagi!" sapa Radea mengambil kursi di sisi seberang Senjana.
"Pagi, Ra." Jawab Senjana bersamaan dengan Antariksa.
"Pagi, sayang." Sapa Riana yang duduk di dekat Rivaldi.
"Pagi, Mami." ujar Elang dan Olive.
"Yudhis nggak ke sini, Ma?" tanya Radea duduk di kursinya, menatap kursi kosong sebelah Riana yang artinya berada diantara mereka berdua.
"Nggak, Yudhis belum turun dari tadi, Ra."
"Tapi kok di kamar nggak ada yah? Apa mungkin di kamar anak-anak?" ujar Radea bingung.
"Pagi semua!"
Itu adalah suara si kembar yang baru saja datang, sedangkan Kakak sulungnyq mengikuti dari belakang. Mereka bertiga mencium pipi Radea, Nenek, Senjana, beserta Olive. Setelahnya mereka kembali duduk.
"Papa kalian nggak ada di kamar kalian?" tanya Radea.
"Papa? Enggak ada, Mi. Di kamar Dewa sama Nakul kosong kok, gak tau di kamar Kak Juna."
"Gak ada. Papa gak ke kamar Juna dari tadi."
"Ck! Papimu ini kemana sih?! Main nyelonong pergi gitu aja!" kesal Radea.
"Coba kamu telepon dia, siapa tau ada kerjaan di kantor makanya dia berangkat pagi banget," ujar Rivaldi.
"Iya, Pa." jawab Radea.
Radea menempelkan ponselnya di telinga saat dial panggilan sudah berbunyi. Dering telepon berbunyi berkali-kali, sampai kemudian mati sendiri karena yang ditelepon tidak kunjung mengangkatnya.
"Kok gak diangkat?!" seru Radea.
"Kamu yakin Yudhis semalam pulang? Jangan-jangan dia gak pulang dan nginep di tempat lain," celetuk Antariksa.
"MAS ATAR MAU BILANG KALAU YUDHIS SELINGKUH?!"
Teriakan Radea mengejutkan orang-orang yang ada di meja makan. Bahkan Elang sampai menyemburkan makanan yang baru saja ia masukan ke mulut kembali ke piringnya saking terkejutnya.
"B-bukan gitu maksud aku ..."
"Makanya kamu kalau ngomong itu disaring dulu! Kan semalam kamu pulang bareng sama Yudhis habis kumpul sama temen-temenmu itu!" ujar Senjana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)
Romantizm#1 in romance 20/05/2020 [SPIN OFF ANTARIKSA] Dalam hidup seorang Yudhistira Sabhara kata cinta hanyalah sebuah lelucon tidak penting. Kejadian yang menimpa dirinya membuatnya tidak ingin berurusan dengan perasaan seperti cinta. Karena hal itu yang...
![Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)](https://img.wattpad.com/cover/198978356-64-k680172.jpg)