"Mencintaimu artinya harus menerima segala hal dalam dirimu, termasuk masa lalumu."
- Radea Pitasari G -
©©©
Mata Radea terbuka saat merasakan tenggorokannya kering. Dia menatap ke sekelilingnya dengan sedikit linglung. Lalu saat ingin beranjak, dia tertahan karena lengan yang melingkar di perutnya. Radea melirik ke balik punggungnya dan mendapati Yudhis tengah tertidur sambil memeluknya. Setelah ciuman mereka tadi, Yudhis menariknya untuk berbaring bersama di ranjang sampai mereka tertidur. Lelaki itu sama sekali tidak mau melepaskan Radea barang sejenak. Tangannya terus melingkar ke tubuh gadis itu, takut kalau dia pergi lagi seperti sebelumnya.
Perlahan Radea mengangkat lengan Yudhis dan memindahkannya. Dia sempat melihat lelaki itu yang ingin membuka mata namun Radea bergegas mengusap pipinya agar lelaki itu kembali merasakan kehadirannya.
"Aku cuma mau ambil minum. Aku gak akan pergi kemanapun." Bisik Radea menenangkan Yudhis agar lelaki itu kembali terlelap.
Setelah dirasa sudah suaminya kembali terlelap, Radea beranjak turun dari ranjang lalu bergegas keluar kamar. Dia melihat lampu rumah sudah menyala. Radea melirik ke arah jam dinding yang menunjukkan sekarang sudah lewat pukul 11 malam. Mereka pulang ke rumah tadi sekitar pukul 4 sore, dan Yudhis serta Radea tertidur pukul 8 malam setelah lelaki itu banyak berbincang tentang dirinya dengan Elena di masa lalu.
Lelaki itu berkata bahwa Elena memang pernah menyatakan perasaannya pada Yudhis. Namun sayangnya, Yudhis menolaknya karena selama ini dia hanya menganggap gadis berambut pirang itu sebagai teman biasa. Yudhis juga bercerita setelah kejadian dimana Elena menjebaknya, dia ingin bertanggung jawab. Namun saat itu Elena menolaknya dengan alasan kalau dia masih harus berkuliah dan lain sebagainya. Akhirnya Yudhis hanya menyetujui apa yang diinginkan gadis itu.
Tetapi satu fakta yang baru Yudhis tahu beberapa bulan setelahnya membuat lelaki itu sangat marah pada Elena. Dia mendapatkan kabar bahwa saat itu Elena hamil dan gadis itu menggugurkan kandungannya. Asisten sekaligus ajudan dari Yudhis, Ken yang memberikan informasi itu padanya. Yudhis marah, tentu saja dia marah. Bagaimanapun janin yang digugurkan Elena adalah darah dagingnya sendiri. Dia tidak pernah membenci anak itu.
Radea mengerti kalau Yudhis tidak membenci janin itu. Dia juga paham kalau memang calon anak itu tidak bersalah. Tetapi entah kenapa, dia justru merasa lega anak itu tidak ada sekarang. Katakan saja dia jahat, tetapi dia memang merasakan hal itu. Dia tidak bisa membayangkan jika anak itu benar-benar ada di dunia ini. Dia tidak ingin membayangkannya.
"Lo udah dengar semuanya."
Suara itu membuat Radea yang saat ini tengah menuangkan air minum ke gelas terhenti. Dia mendongak dan melihat sosok wanita yang baru saja dia pikirkan ada di hadapannya. Radea bisa melihat mata bengkak dari wanita itu yang menandakan kalau dia baru saja menangis. Radea menatap wanita itu dengan datar tanpa ekspresi apapun.
"Terus?" Ujar Radea.
"Lo masih bersikap kalau gue ini pelakor kalian? Apa cerita tadi masih kurang jelas?"
"Dengar, Elena! Itu semua cuma masa lalu. Apapun kejadian waktu itu, kenyataannya sekarang Yudhis adalah suami gue. Dia suami gue." Jawab Radea dengan penekanan pada akhir ucapannya.
"Itu artinya lo membela apa yang suami lo itu pernah lakuin ke gue? Mengambil keperawanan gue, menurut lo itu hal biasa yang harus dilupain karena terjadi di masa lalu, gitu?"
"Berhenti menyalahkan suami gue disini! Sadar, brengsek! Lo yang melemparkan diri ke Yudhis. Lo yang membuka diri lo dengan begitu murahannya sampai membuat suami gue gak sadar. Untuk orang kayak lo, keperawanan sama sekali gak penting. Lo pikir gue goblok? Lo pikir gue gak ngerti cara hidup orang-orang kayak lo di luar sana? Berhenti pura-pura polos, Elena. Jalang kayak lo gak pantes meributkan masalah keperawanan. Gue yakin lo udah berkali-kali diperawanin orang lain selain Yudhis kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)
Storie d'amore#1 in romance 20/05/2020 [SPIN OFF ANTARIKSA] Dalam hidup seorang Yudhistira Sabhara kata cinta hanyalah sebuah lelucon tidak penting. Kejadian yang menimpa dirinya membuatnya tidak ingin berurusan dengan perasaan seperti cinta. Karena hal itu yang...
![Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)](https://img.wattpad.com/cover/198978356-64-k680172.jpg)