"Cinta itu menggambarkan satu kata bagiku. Kamu."
- Yudhistira Sabhara -
©©©
Libur sekolah, tidak ada lagi yang sangat ditunggu-tunggu oleh Radea selama ini. Setelah seminggu berkutat dengan soal-soal yang membuat kepalanya nyaris meledak, akhirnya kesabarannya membuahkan hasil. Siang ini dia tengah melihat televisi di ruang keluarga Sabhara sambil memakan cemilan yang diambilnya dari lemari pendingin. Semua orang tengah pergi sekarang, Antariksa sedang bekerja, Rivaldi dan Riana belum pulang dari Kalimantan, lalu Senjana dan Elang tengah mengunjungi orang tua Senjana.
Rumah menjadi kelihatan sangat sepi. Radea melihat ponselnya yang menampakkan chat terakhir dari Kevin sekitar tiga hari yang lalu. Lelaki itu tiba-tiba saja menghilang setelah mengatakan tidak bisa lagi bersama dengannya. Bahkan dari yang Radea dengar, Kevin memutuskan pindah sekolah. Sebenarnya Radea sudah tidak peduli lagi tapi tetap saja, Kevin sudah lama bersamanya dan dulu sebelum berpacaran lelaki itu adalah temannya. Dia hanya merasa khawatir terjadi sesuatu yang buruk.
"Butuh seorang teman untuk bersantai?"
Suara itu mengejutkan Radea, dia bahkan berjengit kaget saat melihat seseorang duduk di sebelahnya tanpa aba-aba lebih dulu. Radea mendengus kasar saat melihat siapa pelaku yang mengejutkannya.
"Kak Yudhis! Kalau Rara jantungan gimana nanti?" kesal Radea.
"Kamu kaget?"
"Iya!"
"Kasihan." ejek Yudhis.
"Ih dasar Om-Om nyebelin! Ngapain siang-siang udah pulang? Bolos yah?"
Yudhis mendorong kepala Radea pelan, "Emang Kakak masih sekolah pake bolos segala. Lagi gak ada kerjaan penting, makanya bisa pulang nemenin Tuan Putri malas-malasan."
"Siapa tuh?" tanya Radea pura-pura tidak tahu.
"Kamulah, siapa lagi?"
Mendengar gerutuan Yudhis membuat Radea tertawa senang. Jarang-jarang bisa menghabiskan waktu bersama dengan Yudhis di siang hari seperti ini. Radea kembali memusatkan perhatiannya pada televisi di hadapannya, kembali memakan cemilan di tangannya.
Sementara Yudhis menatap Radea dengan senyum kecil di wajahnya. Dia melepaskan jas di tubuhnya lalu sepatu hitam yang melekat di kakinya. Setelah selesai, dia mengambil posisi berbaring dengan kepala berada di pangkuan gadis kecilnya.
"K-kak Yudhis, ngapain?"
"Malas-malasan kayak kamu."
"Iya tapi..."
Perkataan Radea terhenti saat suara televisi membuyarkan pikirannya. Dia menatap kotak persegi panjang itu dengan mata membulat. Dia seperti kenal dengan orang yang tengah menjadi pemberitaan di televisi. Bukankah itu adalah Ayah dari Kevin?
"Jangan melihat berita seperti itu! Gak penting." ujar Yudhis langsung mengganti channel TV.
"Tapi itu, tadi itu Ayahnya Kevin. Dia masuk penjara?"
"Kevin? Siapa?" tanya Yudhis pura-pura tidak tahu.
"Itu loh, cowok yang waktu itu ketemu di Rumah Sakit. Pacarnya Rara."
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)
Storie d'amore#1 in romance 20/05/2020 [SPIN OFF ANTARIKSA] Dalam hidup seorang Yudhistira Sabhara kata cinta hanyalah sebuah lelucon tidak penting. Kejadian yang menimpa dirinya membuatnya tidak ingin berurusan dengan perasaan seperti cinta. Karena hal itu yang...
![Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)](https://img.wattpad.com/cover/198978356-64-k680172.jpg)