PERFECT OBSESSION 12 || MONSTER BERWAJAH MALAIKAT

42.2K 2.3K 62
                                        

"Don't judge book by its cover."

- Note -

©©©

Malam semakin larut, udara juga sudah mulai terasa dingin. Ditambah dengan suara gerimis yang terdengar pelan. Namun, semua itu tidak menyurutkan niat Yudhis untuk tidak tertidur sama sekali. Matanya masih terbuka menatap gadis yang saat ini tengah terlelap dengan tenang. Setiap hembusan nafas gadis itu mampu membuat Yudhis merasakan perasaan nyaman.

Mata bulat yang selalu menatapnya berani sekarang tertutup rapat. Bulu mata yang lentik nan Indah terpampang di hadapannya. Alis yang cukup tebal, serta hidung mancung membuat gadis itu terlihat sempurna. Begitu juga dengan bibir berwarna pink alami yang beberapa jam lalu dia rasakan kelembutannya.

Yudhis mendesah lelah, dia benar-benar sudah sangat jatuh pada gadis remaja ini. Selama dia perhatikan, semua yang ada pada Radea adalah favorite-nya. Tangan Yudhis terangkat mengelus rambut halus Radea. Gadis itu tampak tidak terusik dan justru menduselkan pipinya ke bantal. Melihatnya membuat Yudhis tersenyum. Diam-diam dia cukup bersyukur juga, karena masalah dengan Kevin, sekarang mereka bisa bersama sepanjang malam.

Setelah insiden ciuman itu, Yudhis memeluk Radea dengan erat. Setelah itu, Yudhis menawarkan diri akan menemani Radea hingga gadis itu tertidur. Tetapi, Radea menyuruhnya untuk tidur disana juga. Gadis itu sempat berkata bahwa dia tidak akan takut Yudhis melakukan macam-macam karena kalaupun iya, Radea siap meminta tanggung jawab padanya.

Dasar gadis gila.

Walaupun Radea terkesan cuek dan frontal, namun gadis itu tidak pernah terlewat batas. Sifat Radea memang sudah ceria dan pemberani sejak kecil, tidak salah jika besarnya juga jadi seperti sekarang.

Mata yang sedari tadi terpejam perlahan mengerjap sampai benar-benar terbuka. Mata bulat yang menjadi favorite bagi Yudhistira.

"Kakak gak tidur?" tanya Radea dengan suara parau.

"Kamu terlalu cantik sampai Kakak rela gak tidur buat ngeliatin kamu terus."

Perkataan Yudhis sontak membuat kantuk Radea menghilang entah kemana. Wajahnya perlahan menjadi memerah, padahal udaranya tengah dingin.

"Apaan sih?"

"Apa?" balas Yudhis polos.

"Ck. Tidur Kak, udah lewat tengah malam itu. Besok gak kerja?" jengah Radea.

"Kamu besok masuk sekolah?" tanya Yudhis tidak menghiraukan pertanyaan Radea.

"Gak tau. Males." jawab Radea sekenanya. Dia masih teringat soal ejekan terakhir kali oleh siswa-siswi disana.

"Kok gitu? Kenapa?" tanya Yudhis mengelus kepala Radea.

"Males aja, apalagi kalau ketemu manusia ular yang kalau ngomong ngeluarin bisa."

Yudhis mengerutkan keningnya, "Siapa?"

"Bukan siapa-siapa."

"Ra, kalau kamu ada masalah bilang aja ke Kakak. Jangan dipendam kalau kamu gak bisa menyelesaikan semuanya sendiri."

"Rara gapapa Kak."

Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang