"Sentuh saja dia, maka aku akan mengulitimu hidup-hidup."
- Yudhistira Sabhara -
©©©
Dengerin lagunya deh sambil baca ;)
©©©
"Habisi pengawalnya!"
Handi memerintahkan salah satu anak buahnya yang tengah berada di mobil belakangnya menggunakan sambungan telepon. Dia menatap rumah megah yang dia pikir seharusnya menjadi miliknya. Hanya tinggal menunggu beberapa menit lagi, maka dia akan mendapatkan segalanya. Perusahaan itu dan uang yang menjadi haknya selama ini.
Sepuluh menit kemudian, dia melihat mobil putih datang dan memasuki rumah itu. Handi tersenyum puas melihat kedatangan seseorang yang sejak tadi dia tunggu. Dia sudah menempatkan satu mata-mata di dalam rumah itu. Maka nanti tidak akan sulit baginya untuk memasuki rumah megah itu tanpa harus meminta ijin.
"Pengawal clear, Tuan."
Pertanda itu yang tengah dia tunggu sejak tadi. Bella yang duduk disampingnya menoleh dengan senyum miring. Wanita itu memang tahu apa yang harus dia lakukan sekarang. Bella mencium bibir Handi sebelum akhirnya keluar dari dalam mobil dan berjalan memasuki rumah itu. Sedangkan Handi, dia hanya butuh menunggu selama beberapa saat sampai Bella sudah mendapatkan surat kepemilikan perusahaan. Setelahnya, dia akan masuk dan menghabisi keponakan tersayangnya.
Di dalam rumah, baru saja Radea sampai di ruang tamu. Pintu kembali terbuka dengan kasar. Langkah Radea terhenti, dia berbalik melihat siapa yang membuka pintu, karena jika Radi yang melakukannya maka dia akan memberi pelajaran pada lelaki itu yang sudah membanting pintu rumahnya dengan begitu keras. Namun, segala kemarahan itu sirna. Sosok yang masuk ke dalam rumah ternyata bukan Radi, melainkan iblis yang tengah dia cari. Iblis yang telah membunuh kedua orang tuanya dan juga suaminya.
"Hai, Adik!"
Tangan Radea terkepal menahan emosi yang mulai menguasai dirinya. Dia melihat beberapa pengawal yang dibawa oleh wanita iblis itu. Radea menjadi merasa deja vu, dulu dia melihat orang tuanya berada di posisinya seperti ini, sementara dirinya hanya mengamati dari kejauhan.
"Aku bukan adikmu, wanita ular!"
"Wanita ular yah? Bagus juga sebutanmu untukku."
"Apa lagi yang kamu inginkan?! Belum cukup membunuh orang tuaku dan kemudian suamiku, lalu sekarang kamu ingin membunuhku?!"
"Sebenarnya ini akan menjadi mudah jika saja suamimu itu tidak berusaha untuk ikut campur."
"Apa maumu, Bella?! Apa yang kamu inginkan sampai membunuh orang-orang di sekitarku?! Jika memang kamu belum puas, maka bunuh saja aku sekarang!!" Bentak Radea.
"Dengan senang hati, tapi sebelum itu aku masih membutuhkanmu. Dimana akta kepemilikan perusahaan utama milik keluarga Gunawan? Serahkan padaku."
"Apa maksudmu?"
"Jangan pura-pura bodoh! Yudhis sudah mengubah akta itu menjadi atas namamu sebelum orang tuamu meninggal. Dimana akta itu?"
"Jangan katakan kalau semua ini hanya soal harta?"
"Kamu pikir soal apa lagi?! Aku sudah membunuh banyak orang, memang kamu pikir itu hanya sebuah hobi semata?!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)
Romance#1 in romance 20/05/2020 [SPIN OFF ANTARIKSA] Dalam hidup seorang Yudhistira Sabhara kata cinta hanyalah sebuah lelucon tidak penting. Kejadian yang menimpa dirinya membuatnya tidak ingin berurusan dengan perasaan seperti cinta. Karena hal itu yang...
![Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)](https://img.wattpad.com/cover/198978356-64-k680172.jpg)