EXTRA PART 1

1K 14 0
                                        

Halo!

Ini extra part yang cuma ada di buku ya, tapi kali ini aku berbaik hati untuk publish disini. Silahkan dibaca cepat, karena aku bisa aja tarik extra part ini.

Enjoy reading!

***

"Sejak kapan kuda bisa jalan lurus?"

Seorang anak berumur delapan tahun mengernyit bingung ke arah papan catur di depannya. Dia menatap Adik Kembarnya dengan wajah merengut. Lagi dan lagi, lelaki di depannya ini berbuat curang. Mana ada kuda catur jalannya lurus?

"Ini kuda punya siapa?"

"Punya kamu!"

"Yang jalanin siapa?"

"Kamu!"

"Berarti terserah aku dong mau jalannya lurus! Lagian kuda aku ini punya akhlak bagus, makanya jalannya lurus. Gak kaya kuda punya kamu, banyak dosanya makanya jalannya belok-belok."

"KAMU CURANG SADEWA!"

"AKU GAK CURANG NAKULA!"

Teriakan mereka mengundang rasa penasaran Kakak tertua mereka alias sepupu dari saudara Ayahnya yang juga ada di ruang tengah itu. Lelaki itu memukulkan kertas koran yang ada di dekatnya ke atas kepala kedua adik sepupunya. Membuat mereka mengaduh, Nakula menatap kesal dan tajam padanya, sementara Sadewa merengut.

"Berisik banget sih?! Masalah kuda aja ribut. Lain kali tanya sana sama kuda aslinya, dia kalo jalan lurus apa belok. Gitu aja susah!"

Saran yang sangat tidak bermutu.

Kakaknya ini memang sama saja dengan Sadewa yang suka mengarang. Terkadang Nakula sampai bingung sendiri, kenapa ia memiliki dua saudara bar-bar dan aneh seperti Elang Sabhara dan kembarannya, Sadewa. Saat berkumpul dengan mereka berdua, rasanya kepala ingin pecah. Ingin membalas tetapi mereka berdua juga pintar menjawab. Memusingkan.

"Tuh! Kalo gitu kita kita tanya aja sama Albert, kudanya Kak Juna! Dia kalo jalan lurus apa belok!?" ujar Sadewa.

"Kalo tanya ke Albert, nanti dia jawabnya pasti belok-belok. Dia kan ada di penangkaran, udah pasti kalo jalan-jalan ya Cuma muter-muter disitu aja. Tanya ke kuda yang lain, coba tanya ke kuda yang ada di hutan liar Amazon, di sana kan bebas," sahut Elang.

"Amazon yah? Ya udah, ayo ke sana! Panggilin supir dong, Kul! Kita pergi ke Amazon sekarang!"

"Amazon bukan di Indonesia. Makanya kamu kalo ada pelajaran geografi, jangan tidur!"

"Hahaha ... Bercanda Abang kembarku!" ujar Sadewa tertawa bersamaan dengan Elang.

Nakula menatap keduanya datar, apanya yang lucu?

Tidak lama kemudian, satu Kakaknya lagi masuk ke ruang tengah bersama teman gadisnya. Itu adalah Arjuna, Kakak kandung pertama dari Nakula dan Sadewa. Jujur saja Arjuna adalah Kakak favorit bagi Nakula. .

"Oh? Ada Nayla!? Wah gerak cepat yah kamu, dek?" ujar Elang menggoda sang adik sepupu.

"Gerak cepat apanya? Dia dateng ke sini mau belajar bareng doang. Iya kan, Nay?" sahut Arjuna.

"I-iya, Kak. Jangan salah paham, lagian kami masih kecil, mana berani cinta-cintaan gitu," jawab gadis yang sekarang meremas roknya gugup.

"Emang tadi Kakak bilang tentang cinta? Perasaan enggak deh, iya kan, Wa?" ujar Elang mengerling pada Sadewa.

"Nah loh! Nayla gugup nih yee!"

"Apaan kamu Dewa! Diem!" bentak Arjuna melempar bunga di dalam vas di meja balas dekat sofa.

Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang