"Dancing with stranger who never be stranger."
- Yudhistira S -
©©©
Radea tersenyum sendiri sambil duduk bersandar dengan bantal mengganjal punggungnya. Dia sudah menjalani operasinya dua hari yang lalu. Alasan dia senyum-senyum sendiri sekarang adalah sosok Yudhistira yang tengah duduk anteng di sofa menatap benda kotak yang menampilkan suatu acara di layarnya.
Setelah permintaannya yang aneh waktu itu, Yudhistira memang tidak pernah meninggalkan Radea. Lelaki itu sesekali pergi hanya untuk mandi di rumah dan berganti pakaian. Riana dan Senjana sudah menawarkan untuk menemani gadis itu di rumah sakit namun dia kekeh tidak mau dengan alasan Yudhis yang akan menjaganya. Tentu saja lelaki itu mau-mau saja, Radea tidak akan gagal merayunya. Yudhis bahkan rela bekerja dengan laptopnya di rumah sakit hanya untuk menjaganya.
Tok tok!
Suara pintu diketuk membuat Yudhis maupun Radea menoleh. Pintu dibuka secara perlahan sampai orang yang mengetuk pintu terlihat. Seorang pria dengan jas putih melekat pada tubuhnya. Radea tersenyum singkat pada dokter yang telah mengoperasi dirinya.
"Selamat pagi, Radea." ujarnya.
"Pagi Dokter ganteng!" jawab Radea lalu terkekeh.
"Wah wah! Babysiter kamu udah dateng ternyata." ujar Dokter itu sambil melirik pria di sofa.
"Apaan sih Dok! Dia bukan babysiter Dea, tapi calon suami!"
Perkataan Radea sontak membuat Yudhis yang tadinya acuh mendadak menoleh padanya dengan tatapan tajam. Melihat kekesalan Yudhis, Radea dan sang Dokter tertawa puas. Mereka seperti bersekongkol untuk membuat Yudhis dongkol. Lelaki itu mendengus kasar mendengar kedua makhluk jahanam itu tertawa puas.
"Buruan tuh De kamu nikahin! Kasihan tuh Om-Om jomblo dari lahir, pantes aja mukanya lempeng banget kayak papan seluncur. Kurang belaian sih." tambah si Dokter.
"Tugas Dokter periksa pasiennya, bukan ngejek yang jaga pasien!"
"Soalnya yang jaga bullyable banget sih. Seneng gue jadinya haha..."
"Lo mau gue bikin dipecat dari sini atas tuduhan pemalsuan nama?!"
"Pemalsuan apaan dah?"
"Tuh apaan pake nama Dokter Geraldi?! Nama Ucup aja pake disamarkan segala!!"
"Enak aja pemalsuan! Ini nama asli gue, njir! Geraldi Ucup Santosa. Gimana sih lo?! Nama temen sendiri gak tau."
"Gak pantes nama lo Geraldi! Pantesnya Ucup markucup!"
"Anjir! Mulut lo pedes banget, Yud! Gak berubah dari dulu."
"Gapapa Dok namanya Ucup, yang penting kan udah laku. Gak kayak yang disono noh! Sok ngejek orang tapi nasibnya lebih ngenes." sahut Radea membela Ucup.
"Bener tuh, hahaha...."
Yudhis menatap keduanya dengan malas. Entah kenapa sejak pertemuan pertama Radea dan Ucup dua hari lalu membuat mereka menjadi akrab. Bahkan mereka seperti duo yang senang melihat dirinya di ejek habis-habisan. Dia menyesal Radea harus mendapat Dokter kurang ajar seperti Ucup. Mana ada Dokter yang berani menjelek-jelekkan penjaga dari pasiennya sendiri kalau bukan si Ucup itu.
"Dasar Dokter gendeng!" gerutu Yudhis.
"Gendeng tapi wis due bojo karo buntut. Ya orapapa gendeng, wis laku!" jawab Ucup lalu tertawa.
*(gila tapi udah punya istri sama anak. Ya gapapa gila, udah laku!)
Tatapan Yudhis semakin tajam pada Ucup. Sekarang dia mulai mempertanyakan, kenapa dulu bisa berteman dengan orang semacam dia?
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)
Romantik#1 in romance 20/05/2020 [SPIN OFF ANTARIKSA] Dalam hidup seorang Yudhistira Sabhara kata cinta hanyalah sebuah lelucon tidak penting. Kejadian yang menimpa dirinya membuatnya tidak ingin berurusan dengan perasaan seperti cinta. Karena hal itu yang...
![Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)](https://img.wattpad.com/cover/198978356-64-k680172.jpg)