PERFECT OBSESSION 9 || WE'RE CHANGE

43.6K 2.7K 80
                                        

"Kamu, aku, dan memori masa lalu."

- Radea P.G. -

©©©

Radea memangku dagunya menatap Yudhis yang tengah duduk di sebelahnya menyeruput teh panas miliknya. Radea terus tersenyum menatap lelaki di sebelahnya. Dia merasa sangat bahagia dengan kejadian tadi. Dia sama sekali tidak menyangka jika keputusannya memaksa Yudhis keluar berujung seperti ini. Kalau tahu begini, sudah dari lama dia memarahi lelaki itu. Memang seharusnya dia menggertak lebih dulu agar keinginannya dituruti.

"Kenapa?" tanya Yudhis saat menoleh dan mendapati Radea menatapnya.

Radea menggeleng, "senang aja."

"Senang karena mau makan bakso?"

"Bukan, kalau makan bakso mah udah sering. Senangnya itu karena ada cowo ganteng yang duduk di sebelah gue ini." jawab Radea menaik-turunkan alisnya.

"Apa kita bisa ubah gaya bicara masing-masing? Lebih nyaman seperti dulu." ujar Yudhis.

"Rara bisa aja kok, tapi udah kebiasaan panggil Om sekarang. Gimana?"

"Emang muka aku udah setua itu?"

"Ih kok Rara merinding yah?"

"Merinding?"

"Itu ngomongnya udah aku-kamu, jadi kayak orang pacaran." jawab Radea tersenyum jail.

"Ra..."

"Iya, bercanda."

"Panggil Kak Yudhis aja kayak dulu. Kamu pengin kita kayak dulu lagi kan?"

"Kalau Rara mau lebih dari yang kayak dulu, bisa gak?"

Yudhis menatap Radea cukup lama sebelum menjawab pertanyaan gadis itu. Dia tersenyum kecil melihat wajah Radea yang sudah berbinar-binar menunggu jawaban darinya. Yudhis memalingkan wajahnya ke depan.

"Bisa." jawab Yudhis cepat.

Radea melotot mendengar jawaban dari Yudhis. Dia melongo tidak percaya, matanya bahkan mengerjap sampai beberapa kali untuk menyadarkan dirinya sendiri. Dia memegang lengan Yudhis dengan cepat.

"Serius? Ini beneran?" tanya Radea antusias.

"Iya bisa, kalau kamu udah gak kayak anak kecil lagi."

"Ish, Rara udah gak kayak anak kecil."

"Oh iya? Ini apaan gelendotan tangannya. Masih suka ngerengek gitu gak mau dibilang anak kecil."

"Oh jadi butuh bukti kalau Rara bukan anak kecil lagi?"

Yudhis mengerutkan keningnya, dia mulai merasa ada yang tidak beres saat Radea berkata seperti itu. Dia sangat tahu kalau gadis di sebelahnya ini sangatlah nekat. Dia takut kalau Radea melakukan hal mengejutkan di tempat umum seperti saat ini.

"Ra, kita di tempat umum kalau kamu lupa."

"Iya, terus kenapa?"

Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang