PERFECT OBSESSION 24 || BERTEMU KEMBALI

29.9K 2K 93
                                        

"Segala hal yang menjadi pertama tidak akan bisa terlupakan. Termasuk kamu."

- Radea Pitasari G -

©©©

Kejadian kemarin sore sepertinya berpengaruh pada hubungan kedua insan yang saat ini tengah berada di ruang tengah menonton film dari kaset-kaset koleksi milik Yudhis. Tidak ada lagi kecanggungan dari Radea, begitu juga sebaliknya. Setelah mengeluarkan semua emosinya, Radea meminta untuk pergi ke supermarket. Disana dia membeli banyak sekali makanan cemilan dan minuman. Sesampainya di rumah, semua cemilan itu dia keluarkan untuk menemaninya menonton film yang sebelumnya sudah pernah dia lihat-lihat CD-nya.

"Aku ngantuk."

Radea melirik ke bawah, dimana Yudhis berbaring memakai pahanya sebagai bantal. Sebenarnya tidak ada yang memaksa lelaki itu untuk ikut menonton, hanya saja Yudhis sendiri yang masih ingin dekat-dekat dengan Radea.

"Yaudah, sana masuk kamar. Gak ada yang paksa buat disini juga." Jawab Radea kembali melihat ke layar televisi.

"Aku mau tidur sama kamu."

Mendengar jawaban Yudhis justru membuat Radea tersedak jajannya. Dia bergegas meraih air minum di sebelahnya dan menenggaknya sampai habis. Setelah itu, dia menatap Yudhis dengan pandangan horor.

"Apaan?!"

"Tidur bareng aku yah, Ra?"

"G-gue masih dibawah umur loh, Om! K-kita gak boleh ngelakuin itu dulu. Gue belum siap!"

Yudhis menahan agar ekspresinya benar-benar datar, "emang kamu kira aku mau ngapain? Aku cuma ngajak tidur bareng. Apa yang salah dengan kata itu?"

"Itu---"

"Jangan-jangan kamu--- Astaga, Ra! Pikiran kamu kok jadi jorok banget sih?" Ujar Yudhis menunjuk wajah Radea yang memerah.

"Apa sih?! Lagian ngapain ngajak tidur bareng? Biasanya aja tidur sendiri-sendiri!" Ketus Radea menepis tangan Yudhis.

"Aku gak bisa tidur nyenyak akhir-akhir ini. Kepala aku sampai pusing setiap pagi." Ujar Yudhis meletakan lengannya menutupi wajah.

"Pantesan mukanya keliatan makin tua." Celetuk Radea.

Yudhis menurunkan lengannya dan menatap Radea tajam. "Kamu bilang apa?"

"Lo makin tua, Om!" Ujar Radea sambil tersenyum mengejek.

"Oh, tua yah?"

Yudhis bangun dari rebahannya, dia menatap Radea penuh dengan teka-teki. Gadis yang ditatap hanya balas menatapnya sambil memakan cemilannya. Kemudian, dengan gerakan cepat Yudhis melingkarkan tangannya ke perut Radea sambil menggelitiknya. Hal itu tentu membuat Radea terlonjak berniat menghindar, namun Yudhis terlalu kuat.

Radea masih terus memberontak dengan tawa yang meluncur dari mulutnya. Sekarang posisinya sudah setengah berbaring di sofa dengan Yudhis yang masih terus menggelitik bagian perutnya. Lalu tidak lama kemudian, ponsel milik Yudhis berbunyi. Lelaki itu menghentikan kegiatannya dan mengambil ponsel yang dia letakkan di meja.

"Mama telepon." Ujar Yudhis.

"Yaudah angkat hah..." Jawab Radea dengan nafas yang masih terengah.

"Kamu aja yang angkat." Ujar Yudhis sambil menyerahkan ponsel ke Radea.

Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang