PERFECT OBSESSION 22 || HANYA STATUS

28.8K 1.9K 89
                                        

"Sulit melupakan segala hal yang menjadi pertama dalam hidup."

- Yudhistira Sabhara -

©©©

"Selesai!"

Suara riang Radea keluar saat melihat hasil dari kerja kerasnya sedari pagi tadi. Dia menepuk-nepuk tangannya seakan menandakan bahwa dia puas akan kerjanya. Sementara pelayan dan penjaga yang ada di dekatnya meringis penuh kecemasan. Radea menoleh ke arah mereka sambil tersenyum lebar. Dia tidak peduli dengan wajah nelangsa dari mereka yang jelas sekali ketakutan.

"Seleraku jauh lebih bagus dari bos kalian itu kan?" Ujar Radea sinis.

"Bu, apa tidak memberi tahu Bapak lebih dulu tentang ini? Kalau Bapak marah bagaimana?" Tanya wanita asli jawa bernama Puri.

"Kenapa harus panggil Ibu lagi sih? Gue masih muda, Puri!"

"Terus saya harus panggil apa, Bu? Anda kan istri dari Bapak, jadi saya panggilnya harus Ibu."

"Tapi gue masih 18 tahun dan bentar lagi 19 sih. Intinya gue masih muda!"

"Maaf, Bu. Itu sudah keharusan bagi saya. Sekarang anda majikan saya dan sudah sepantasnya saya menyebut dengan panggilan Ibu."

"Terus lo juga panggil gue, Ibu?" Tanya Radea pada lelaki tinggi besar hampir sama seperti Yudhistira di belakang Puri.

"Saya biasa memanggil Bapak pada Pak Yudhis. Hanya segelintir orang memanggil beliau dengan sebutan seperti itu. Akan tetapi kalau sudah berada di kediaman keluarga Sabhara, panggilan itu tidak berlaku. Jadi, iya! Saya memanggil anda dengan sebutan Ibu."

"Gue masih remaja! Bukan Ibu-Ibu! Kalian bikin kesel tau gak!!" Teriak Radea.

Tepat setelah Radea mengeluarkan teriakannya, pintu apartemen langsung terbuka. Disana Yudhis yang sudah melepaskan jasnya berdiri mematung melihat keadaan Apartemen yang hanya ditinggal selama beberapa jam saja. Tidak ada yang berbicara, ketiga manusia yang tadi berdebat juga tetap diam. Begitu juga dengan Yudhis yang tidak tau harus berekspresi apa saat melihat ke sekelilingnya.

"Apa yang---"

"Bagus kan? Gue cuma ganti beberapa furniture disini sih. Kayak sofa, pajangan, beberapa lampu hias juga. Lemari tempat menyimpan barang-barang hias juga sih. Liat, jauh lebih berwarna dibanding sebelumnya kan?"

"Apa aku menyuruhmu melakukan ini?" Tanya Yudhis datar menatap tajam Radea.

Sementara gadis itu tersenyum sinis melihat topeng kaku lelaki itu terlepas, "bukannya lo yang bilang kalau gue bisa belanja apapun? Jadi, ini yang gue beli."

"Aku. sedang. bertanya. Apa aku menyuruhmu melakukan ini?!"

"HARUSNYA GUE YANG BERTANYA!! APA GUE MENYURUH LO MELAKUKAN SEMUA INI?! SEMUA YANG TERJADI DI HIDUP GUE?!" Bentak Radea.

Radi dan Puri yang melihat pertengkaran itu hanya bisa menghela nafas. Mereka sudah bisa menebak inilah yang akan terjadi jika api bertemu dengan minyak. Sebentar lagi pasti api itu akan jauh lebih besar dari sebelumnya dan membakar apa saja yang ada di sekelilingnya. Maka dari itu mereka memutuskan untuk pergi dari sana agar tidak ikut terbakar oleh api itu.

"Memangnya apa yang saya lakukan dalam hidup kamu?! Saya memberikan semua yang kamu dan keluargamu butuhkan. Pengobatan Ayahmu, uang, segalanya. Katakan dimana kesalahan saya?! Apa saya menyiksa kalian?!"

Radea mengepalkan kedua telapak tangannya. "Berhenti menyembunyikan wajah asli lo, Yudhistira! Tunjukkin ke gue semuanya! Apa yang lo sembunyikan dari gue?!"

Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang